JAFF Content Market 2025 Bikin Industri Kreatif Makin Panas
Selasa, 09 Des 2025, 16:05 WIBJAKARTA - JAFF Content Market 2025 kembali hadir dengan energi yang makin solid dan menunjukkan bagaimana ide-ide kreator Indonesia berkembang pesat menuju panggung internasional. Gelaran yang menjadi bagian dari JAFF Market ini berlangsung pada 29 November hingga 1 Desember 2025 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, serta memamerkan 10 Intellectual Property (IP) original yang dipilih karena kekuatan naratif dan potensinya untuk dikembangkan ke berbagai medium. Setiap IP membawa warna cerita yang berbeda dan mencerminkan keberagaman kreativitas khas Indonesia yang semakin dilirik pemain industri global.
Robby Wahyudi selaku Head of JAFF Content Market menegaskan bahwa munculnya IP-IP tersebut menggambarkan kematangan ekosistem kreatif di Indonesia. Ia menilai hadirnya proyek-proyek dengan karakter kuat menunjukkan bahwa para kreator tanah air mampu menciptakan cerita yang tidak hanya relevan di dalam negeri, tetapi juga memiliki daya tarik universal. Konsep yang dibawa pun variatif sehingga membuka pintu bagi investor, produser, hingga platform streaming untuk memperluas kerja sama kreatif.
"JAFF Content Market hadir sebagai jembatan yang menghubungkan kekayaan ide kreator Indonesia dengan peluang pengembangan dan distribusi skala nasional maupun global," ujar Robby Wahyudi.
"Sepuluh IP yang kami pamerkan tahun ini bukan sekadar proyek, tetapi cerminan dari kedewasaan ekosistem konten kita," lanjutnya.
Jajaran IP yang masuk kurasi tahun ini menunjukkan keberagaman genre dari sejarah hingga fiksi ilmiah. Setiap karya menghadirkan karakter, dunia, dan konflik yang dirancang untuk bisa masuk ke format film, serial, animasi, hingga game. Pilihan tersebut menegaskan bahwa narasi berbasis budaya lokal dapat diolah menjadi karya kontemporer yang mampu menembus selera penonton internasional.
"Keberagaman genre dari sejarah, horor, drama keluarga, hingga fiksi ilmiah menunjukkan bahwa Indonesia adalah gudangnya penceritaan yang belum sepenuhnya tergali," kata Robby.
Salah satu IP yang menarik perhatian adalah AMURVA, yang mengusung drama sejarah dengan sentuhan realisme magis seputar ambisi dan takhta. Karya lain seperti ELANG HITAM menghadirkan semangat pencak silat dalam narasi coming-of-age, sementara GLOOMY SUNDAY membawa pendekatan horor-psikologis yang sudah memiliki basis penggemar. Ada juga JEMAWA YANGTI, komedi gelap horor satir tentang tradisi kuliner keluarga yang unik dan penuh twist.
Beberapa IP lain menunjukkan kedalaman tema dan kekuatan visual yang siap diproduksi untuk pasar luas. JOURNAL OF TERROR misalnya, menawarkan horor-investigasi dengan kemampuan astral yang telah dikembangkan dalam berbagai format. MENG hadir sebagai animasi 3D yang heartwarming tentang kucing jalanan di Jakarta, sedangkan SANGKAKALA DI LANGIT ANDALUSIA membawa cerita epik berbasis novel populer tentang warisan Andalusia. Cerita-cerita seperti TABI, THE SUMMONING, dan WORLD WITHOUT SLEEP pun memperlihatkan perspektif baru tentang identitas, budaya, dan isu futuristik yang relevan bagi penonton global.
"Kami melihat minat yang sangat besar dari investor, produser, dan platform streaming, baik domestik maupun internasional, terhadap IP-original Indonesia," ujar Robby.
"Momen ini adalah kesempatan emas bagi semua pemangku kepentingan untuk bertemu, berkolaborasi, dan mengubah ide-ide brilian ini menjadi karya nyata," tambahnya.
Kehadiran JAFF Content Market 2025 juga mempertegas posisi JAFF sebagai pusat perkembangan ekosistem kreatif yang berbasis kolaborasi. Program ini didukung oleh Amar Bank sebagai partner utama dan dirancang untuk mempercepat industrialisasi konten kreatif Indonesia agar bisa bersaing di pasar global. Dukungan tersebut mencakup ruang bertemu bagi kreator, produser, investor, hingga pembeli hak cipta dalam suasana profesional dan produktif.
Keterlibatan berbagai pihak dari dalam maupun luar negeri memperkuat jaringan yang diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lintas industri. Dengan ekosistem yang semakin mapan, para kreator memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan IP mereka secara strategis dan menghadirkan karya yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Kerangka kerja ini sekaligus menegaskan bahwa industri kreatif Indonesia punya masa depan cerah dengan fondasi yang semakin kuat.
Sebagai platform yang berada di bawah Jogja-NETPAC Asian Film Festival, JAFF Content Market berfungsi sebagai pasar utama bagi perkembangan proyek konten kreatif. Upaya ini menjadi langkah nyata untuk memperluas pengembangan IP, co-production, dan distribusi yang mampu membawa karya Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Semua elemen tersebut menjadi kunci agar cerita-cerita lokal tidak hanya berhenti sebagai ide, tetapi berhasil menjadi produk yang dinikmati di berbagai belahan dunia.
- Jogja
- Industri Kreatif
- Pasar Global
- JAFF Market
- JAFF 2025
- Jogja Netpac
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Misa Malam Paskah di Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor Minahasa Dipimpin Langsung Uskup Manado
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan di Jalan Tol Malaysia
-
PBB Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tentara UNIFIL Asal Indonesia Praka Rico Pramudia
-
Palestina Gelar Pemilu Lokal Pertama Sejak Perang Gaza
-
Gunung Semeru Erupsi 9 Kali, Tinggi Letusan hingga 1.000 Meter
-
Perjalanan Cahaya Manthovani Membangun Creative Movement Berbasis Dampak Sosial
-
Harga produk berbahan plastik naik di Ternate
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.