Kemenekraf Targetkan IP Lokal ke Global Melalui Creative by Indonesia
Minggu, 30 Nov 2025, 20:10 WIBJAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan Kementerian Ekonomi Kreatif menargetkan program Creative by Indonesia sebagai target strategis Kemenekraf pada 2026 untuk memperluas Intellectual Property (IP) Indonesia menuju global.
"Jadi di awal tahun kami akan meluncurkan sebuah gerakan, gerakan untuk mengorkestrasi I-Pop atau Indonesian Wave ini dengan kampanye yang kita sebut Creative by Indonesia," kata Riefky dalam acara Road to Rapat Pimpinan Nasional 2025 Kadin Indonesia di Jakarta, Minggu (30/11).
Riefky mengatakan melalui program Creative by Indonesia harapannya bisa membantu mengejar nilai ekspor dari sektor ekonomi kreatif yang ditargetkan mencapai 27,85 miliar dolar AS atau sekitar 450 triliun rupiah.
Program ini juga akan mengkurasi mana saja IP Indonesia yang sudah siap ke global, mulai dari film, games, musik dan ekraf lainnya.
"Sehingga yang publik harapkan selama ini supaya Indonesia juga bisa mengikuti atau mempunyai gerakan kreatif mendunia seperti Korea lakukan dengan K-pop-nya, atau Jepang lakukan, atau India lakukan dengan Bollywood-nya, Amerika lakukan dengan Hollywood-nya, Indonesia juga akan bisa melakukan ini. Dan itu kita akan kampanyekan dengan judul Creative by Indonesia," kata Riefky.
Riefky mengatakan, Kemenekraf sudah melakukan beberapa program untuk pengembangan IP lokal dengan aktivasi creative hub yang dimiliki komunitas, pemda dan yang berasa di kawasan ekonomi khusus industri kreatif seperti di Nongsa Batam, Singosari Jawa Timur, Kura Kura, Bali, dan juga di BSD, Banten.
Sertifikasi IP juga difasilitasi oleh Kemenekraf baik sertifikasi di Kementerian Hukum, maupun pendaftaran ketika produknya mau masuk ke pasar global melalui WIPO, World IP Organization di bawah United Nations, dan membantu komersialisasi IP.
Riefky juga membagikan capaian target nasional di sektor ekraf selama satu tahun ini, diantaranya investasi dalam 6 bulan pertama realisasi investasi sudah mencapai 66 persen di tahun 2025, atau 9 persen dari total realisasi investasi nasional.
âIni menunjukkan bahwa pihak internasional sudah mulai tertarik investasi di sektor ekraf kita,â katanya.
Lalu dari ekspor per Oktober data BPS 2025 mencatat Kemenekraf telah mencapai 100 persen dari target 2025 yaitu 26,44 miliar dolar Amerika atau senilai 13 persen dari total ekspor non migas.
Sementara itu di sektor tenaga kerja pada bulan November 2025 melampaui target mencapai 27,4 juta orang atau mencapai 107 persen.
Kontribusinya terhadap pendapatan negara melampaui 1,500 triliun rupiah atau sekitar 7 persen dari PDB nasional.
Riefky berharap dengan kolaborasi antar lembaga dan kementerian bisa semakin menguatkan ekonomi kreatif Indonesia sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi. Ant
- IP Lokal
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Rupiah Tetap Melemah Dihantam Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik
-
Persebaya Hajar Semen Padang FC dengan Skor Telak
-
Wamenekraf Dukung Kolaborasi The Pokémon Company dan Happy Asmara untuk Perluas Pasar Musik Dangdut
-
Rupiah Kembali Tersungkur akibat Kondisi Selat Hormuz yang Tetap Ditutup Iran
-
Tak Mau Bergantung, RI Bidik Diversifikasi Ekspor Lewat I–EAEU FTA
-
Harga Emas Antam Turun Rp13.000 Jadi Rp2,785 Juta Gram saat Idul Adha
-
KAI Commuter Operasikan 1.149 Perjalanan pada Angkutan Lebaran 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.