UB Tingkatkan Keahlian Nelayan Migran Indonesia di Taiwan

Jumat, 28 Nov 2025, 16:39 WIB

MALANG - Tim pengabdian Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan program pemberdayaan bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor maritim di Donggang, Pingtung, Taiwan. Kegiatan ini berlangsung melalui skema Doktor Mengabdi – Pengembangan Kemitraan yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UB.

Dipaparkan Endrika Widyastuti, koordinator kegiatan dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, program yang melibatkan lebih dari 30 nelayan migran Indonesia ini  dilaksanakan melalui kolaborasi erat dengan National Pingtung University of Science and Technology (NPUST) Taiwan , Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia (FOSPI) Taiwan, serta PCI NU Taiwan.

Ket. Foto: Program ini dirancang agar para PMI dapat memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan langsung selama bekerja maupun setelah kembali ke Indonesia. — Sumber: Istimewa

“Alhamdulillah selama lima hari dari tanggal 19 November hingga 23 November 2025 kemarin, kami sudah menjalankan pelatihan strategis untuk saudara saudara pelaut Indonesia di Donggang – Taiwan dengan topik;  pelatihan digital marketing , inovasi pengolahan ikan bernilai tambah serta manajemen bisnis dan literasi keuangan,” papar Endrika.

Lebih lanjut Endrika Widyastuti, yang juga Wakil Dekan bidang Akademik FTP  ini menyampaikan bahwa program ini dirancang agar para PMI dapat memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan langsung selama bekerja maupun setelah kembali ke Indonesia. Selain peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat jejaring antara perguruan tinggi dan komunitas migran Indonesia di Taiwan.

“Kami ingin memastikan para PMI memperoleh bekal yang relevan dan aplikatif untuk meningkatkan kesejahteraan jangka panjang,” pungkasnya.

Adapun Achmad Mudzakir, salah satu peserta kegiatan menyampaikan,

“Jarang ada kampus dari Indonesia yang datang jauh-jauh ke sini untuk mengajari kami. Pelathan ini membuka wawasan baru buat kami untuk mempersiapkan usaha saat pulang nanti, ” katanya.

Kedepan, tim berharap program pengabdian ini dapat menjadi solusi pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs) yaitu tanpa kemiskinan: meningkatkan peluang finansial PMI melalui skill usaha dan literasi keuangan ;  pendidikan berkualitas: menyediakan pendidikan non-formal, pelatihan teknis, dan peningkatan kompetensi  ; pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: meningkatkan kemampuan wirausaha dan peluang ekonomi nelayan migran ;   Inovasi: mengajarkan inovasi pengolahan ikan dan teknologi tepat guna ;  ekosistem laut: mendorong pemanfaatan hasil perikanan yang efisien dan berkelanjutan  dan kemitraan: memperkuat kerja sama antara UB, NPUST, FOSPI, dan PCI NU Taiwan . 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.