Temu Bilateral, Pramono Inginkan Tata Kelola Digital dan Pengembangan Mobilitas  

Jumat, 28 Nov 2025, 05:23 WIB

JAKARTA – Dalam upaya diplomasi pembangunan yang bertujuan memperluas jejaring internasional Jakarta, khususnya dalam tata kelola digital, inovasi perkotaan, dan pengembangan mobilitas berkelanjutan, Gubernur Jakarta, Pramono Anung bertemu petinggi lembaga di Berlin, Jerman.

Pramono Anung antara lain bertemu pimpinan GIZ (German Corporation for International Cooperation) dan BMZ (Federal Ministry for Economic Cooperation and Development) di Rotes Rathaus, Berlin. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa untuk pembangunan Jakarta.

Dua lembaga itu membantu berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk inisiatif Smart Change yang telah menjadi tonggak penting dalam percepatan transformasi digital Jakarta. Pramono menegaskan bahwa Jakarta tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mitra aktif yang berkontribusi dalam membangun model kota masa depan berbasis inovasi dan kolaborasi global.

“Saya ingin menegaskan bahwa kemitraan antara Jakarta dan Berlin melalui GIZ bukan hanya kerja sama administratif. Ini adalah upaya bersama mendorong batasan inovasi agar kota menjadi lebih manusiawi, inklusif, dan efisien,” ujar Gubernur.

Salah satu agenda utama pertemuan adalah penguatan Jakarta Future City Hub. Hal ini sekarang berkembang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, startup, akademisi, dan masyarakat sipil. Melalui program tersebut, Jakarta bersama GIZ telah menghasilkan 40 rekomendasi kebijakan. Juga mendukung 89 startup, melatih 24 lembaga inkubasi, dan melibatkan lebih dari 15.800 peserta dalam program publik berbasis inovasi.

“Jakarta Future City Hub bukan proyek jangka pendek. Ini pondasi kolaboratif bagi transformasi digital Jakarta ke depan. Kami berkomitmen memastikan The Hub terus hidup, tumbuh, dan menjadi ruang eksperimen kebijakan berbasis data serta inovasi,” lanjut Pramono. Selain sektor digital, dialog juga membahas rencana perluasan kerja sama bidang mobilitas hijau.

Ket. Foto: hubungan dua kota — Sumber: ist

Fokus utamanya mencakup pengembangan transportasi umum berbasis energi bersih serta digitalisasi layanan untuk meningkatkan kualitas mobilitas warga. Jakarta menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik tahun 2030. Dalam pertemuan Gubernur juga membuka peluang kerja sama penelitian, proyek percontohan, dan pemanfaatan big data. Juga kecerdasan buatan untuk pengelolaan armada dan perencanaan rute.

Diamelihat potensi kolaborasi dalam digitalisasi TransJakarta, penerapan mobility as a service, dan integrasi data lintas moda. “Ini bukan hanya membuat transportasi lebih efisien, tetapi juga lebih nyaman, lebih mudah diakses, dan lebih ramah lingkungan,” tegasnya.

Empat Penghargaan

Sementara itu, Pemprov Jakarta kembali mengukuhkan posisinya sebagai daerah terdepan dalam perlindungan konsumen dan tertib niaga. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta menerima empat penghargaan utama dalam acara Penganugerahan Penghargaan Perlindungan Konsumen Tahun 2025. Acara diselenggarakan Kementerian Perdagangan (Kemendag), di Jakarta, pada Kamis (27/11).

Kepala Dinas PPKUKM Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menerima langsung empat penghargaan tersebut. Jakarta berhasil memborong empat penghargaan sekaligus, termasuk rekor Daerah Tertib Ukur empat tahun berturut-turut. Ini mencakup aspek metrologi legal hingga penataan pasar tradisional. Penghargaan tersebut adalah: Daerah Tertib Ukur, Pasar Tertib Ukur, Pasar Rakyat SNI, dan
Pelanggan Terbaik Unit Pelaksana Teknis Pusat. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.