Arsenal Terancam Gagal Rekrut Bruno Guimaraes, Newcastle Pasang Harga Tinggi

Rabu, 15 Jul 2026, 06:30 WIB

LONDON – Ambisi Arsenal mendatangkan gelandang Newcastle United Bruno Guimaraes pada bursa transfer musim panas berpotensi kandas. Perbedaan valuasi yang sangat besar antara kedua klub membuat negosiasi nyaris menemui jalan buntu.

Pelatih Arsenal Mikel Arteta sejak lama menjadikan gelandang timnas Brasil itu sebagai target utama untuk memperkuat lini tengah. Penampilan impresif Guimaraes di Piala Dunia 2026 semakin mengukuhkan keyakinan Arteta bahwa pemain berusia 28 tahun tersebut mampu meningkatkan kualitas permainan The Gunners, terutama dalam mengontrol tempo pertandingan dari lini kedua.

Ket. Foto: Bruno Guimaraes. — Sumber: Istimewa

Namun, menurut laporan The Telegraph, Arsenal awalnya meyakini tawaran sekitar 50 juta poundsterling (sekitar 1,1 triliun rupiah) sudah cukup untuk membuka jalan menuju kesepakatan. Kenyataannya, Newcastle langsung menolak penilaian tersebut.

Selama berlangsungnya Piala Dunia 2026, Arsenal mengajukan dua proposal resmi untuk memboyong Guimaraes.

Tawaran tertinggi The Gunners disebut mencapai sekitar 65 juta poundsterling (sekitar 1,4 triliun rupiah). Meski meningkat dari proposal awal, angka tersebut masih jauh dari harga yang dipasang Newcastle.

Klub berjuluk The Magpies itu dikabarkan hanya bersedia melepas kapten mereka dengan nilai lebih dari 93 juta poundsterling (sekitar 2 triliun rupiah).

Sikap tegas Newcastle membuat Arsenal praktis tersingkir dari meja perundingan, meski Guimaraes disebut telah menyampaikan keinginannya pindah ke London pada jendela transfer kali ini.

Pendekatan Newcastle terhadap Guimaraes serupa dengan yang mereka lakukan saat menghadapi saga transfer Alexander Isak musim panas lalu.

Kala itu, Isak bahkan disebut sempat menolak bermain demi memaksakan kepindahan. Meski demikian, Newcastle tetap bertahan pada harga 127 juta poundsterling, sebelum akhirnya Liverpool memenuhi tuntutan tersebut.

Penjualan Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur dan Anthony Gordon ke Barcelona menghasilkan pemasukan gabungan sekitar 165 juta poundsterling (sekitar 3,6 triliun rupiah). Dengan kondisi tersebut, Newcastle tidak memiliki tekanan ekonomi yang memaksa mereka menerima tawaran di bawah harga yang diinginkan.

Guimaraes tampil cukup impresif bersama Brasil di Piala Dunia 2026. Bersama Vinicius Junior, ia menjadi salah satu pemain paling menonjol di skuad Selecao. Catatan empat assist menempatkannya di antara playmaker terbaik sepanjang turnamen.

Meski demikian, penampilannya juga diwarnai momen yang kurang menyenangkan. Guimaraes gagal mengeksekusi penalti pada awal pertandingan melawan Norwegia. Penyelamatan tersebut membangkitkan kepercayaan diri lawan sebelum Erling Haaland mencetak dua gol yang memastikan kemenangan mengejutkan Norwegia.

Di level internasional, pelatih Brasil Carlo Ancelotti masih menempatkan Guimaraes sebagai sosok penting dalam proyek menuju Piala Dunia 2030. Seiring kemungkinan Casemiro telah memainkan Piala Dunia terakhirnya, Guimarães diproyeksikan menjadi pemimpin baru di lini tengah tim Samba.

Sementara itu, Arsenal mulai mempertimbangkan alternatif apabila transfer Guimarães benar-benar gagal terwujud.

Salah satu nama yang masuk incaran adalah gelandang muda Maroko Ayyoub Bouaddi, yang tampil impresif sepanjang Piala Dunia 2026.

Namun, pemain berusia 18 tahun tersebut diperkirakan akan menjadi incaran banyak klub elite Eropa, sehingga persaingan untuk mendapatkan tanda tangannya diprediksi tidak kalah sengit dibanding perburuan Guimaraes.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.