Banjir & Longsor Lumpuhkan Aceh, Gubernur Mualem Umumkan Darurat Bencana!
Kamis, 27 Nov 2025, 16:47 WIBBANDA ACEH -Â Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul banjir dan longsor yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh.Â
Keputusan yang berlaku selama 14 hari ini diambil untuk mempercepat penanganan di tengah meluasnya dampak bencana, mulai dari akses transportasi yang terputus hingga meningkatnya jumlah korban jiwa.
"Hari ini saya Gubernur Aceh menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh," kata Mualem di Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terkait penetapan Rancangan Qanun Aceh tentang APBA 2025 di ruang serbaguna DPR Aceh, di Banda Aceh.
Mualem menyampaikan penetapan status tanggap darurat bencana ini berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 28 November sampai 11 Desember 2025.
Dia menegaskan bahwa selama ini Pemerintah Aceh juga telah menyalurkan bantuan darurat ke sejumlah kabupaten/kota, dan kondisi di lapangan hingga saat ini semakin kompleks.
"Kami sampaikan bahwa pemerintah Aceh melalui SKPA terkait telah memberikan bantuan dalam penanganan bencana tersebut," ujarnya.
Penetapan status darurat diharapkan mempercepat mobilisasi logistik, evakuasi, dan dukungan lintas lembaga untuk menangani bencana yang kini meluas di berbagai daerah di Aceh.
Di sisi lain, Mualem menyebutkan bahwa saat ini akses transportasi mulai lumpuh di sejumlah daerah, termasuk putusnya jembatan di jalan nasional Banda AcehâMedan, yang menyebabkan distribusi bantuan dan mobilisasi petugas terhambat.
"Kita minta kepada Kapolda Aceh agar menyediakan helikopter untuk keperluan peninjauan ke wilayah-wilayah terisolasi banjir," kata Mualem.
Sebagai informasi, Aceh diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama dalam sepekan terakhir. Laporan terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir sudah merendam 20 dari 23 kabupaten/kota di Aceh.
Akibat banjir dan longsor di Aceh, selain rumah, jalan dan putusnya jembatan, banyak lahan pertanian terendam hingga padamnya listrik karena ada tiang-tiang transmisi roboh.
Bahkan, musibah hidrometeorologi ini juga telah menelan korban jiwa sebanyak 13 orang.
- darurat bencana
- aceh
- banjir dan longsor
- gubernur mualem
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 4,75 persen
-
Di Asia Global Top 50 Heavy Equipment Forum, XCMG Raih Penghargaan 'Produk Alat Berat Asia Terbaik Tahun Ini'
-
Perpanjangan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh
-
Polisi Pastikan Ledakan di Nucleus Farma Bukan Bom
-
BNPB Bentuk Manggala Agni di Aceh, Cegah Karhutla Meluas ke Permukiman
-
Penyeberangan perahu karet untuk pekerja di Padang Pariaman
-
Kemenkes: Rata-Rata 600 Ribu Orang per Hari Ikut CKG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.