Bayern Bisa Ambil Pelajaran dari Pertandingan Arsenal Melawan Spurs, Begini Analisisnya

Selasa, 25 Nov 2025, 06:00 WIB

JAKARTA - Bayern Munich akan berhadapan dengan ujian besar saat bertemu Arsenal di ajang Liga Champions. Laga tersebut menjadi sorotan setelah Arsenal sebelumnya meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Tottenham Hotspur. Dari pertandingan itu, setidaknya ada sejumlah hal yang bisa menjadi pelajaran penting bagi Bayern Munich sebelum turun bertanding di Emirates Stadium.

Salah satu perhatian utama ada pada kondisi Bayern yang tidak diperkuat Alphonso Davies dan Jamal Musiala. Ketidakhadiran Davies menjadi isu signifikan, terutama jika melihat bagaimana Arsenal membongkar pertahanan Spurs dengan bermain sangat melebar. Meski gol-gol The Gunners tidak sepenuhnya berasal dari pergerakan sayap, pola permainan yang menekan dari sisi lapangan mampu membuka celah besar tepat di depan lini belakang. Hal itu dimanfaatkan Eberechi Eze yang sukses mencetak hattrick dan tampil sebagai pemain paling menonjol bagi Arsenal.

Ket. Foto: — Sumber: Bavarian Football Works

Kondisi ini memperlihatkan bahwa sisi kiri pertahanan Bayern menjadi titik rawan, terlebih dengan Davies absen dan Hiroki Ito masih dalam tahap pemulihan. Ada kemungkinan Vincent Kompany akan menurunkan Josip Stanisic atau Konrad Laimer di posisi yang kurang ideal. Situasi semakin sulit karena Luis Díaz harus absen akibat kartu merah, padahal tenaganya di sektor pertahanan sangat dibutuhkan. Ketika Bukayo Saka dan Jurriën Timber menyerang area tersebut, lini belakang Bayern bisa berada dalam tekanan besar apabila tidak terorganisir dengan baik.

Selain persoalan taktikal, Bayern juga harus siap menghadapi atmosfer Emirates Stadium. Dalam kemenangan Arsenal atas Spurs, suasana stadion terdengar sangat hidup dan penuh energi sejak menit awal. Namun sempat terlihat bahwa suasana dapat berubah drastis ketika Tottenham mencetak gol balasan. Artinya, Bayern punya peluang untuk meredam atmosfer, setidaknya jika mereka mampu memulai pertandingan dengan intensitas tinggi dan memanfaatkan peluang lebih awal.

Secara keseluruhan, Arsenal tampil tanpa banyak kelemahan yang tampak dari luar. Tim asuhan Mikel Arteta terlihat solid di semua lini, mulai dari pertahanan yang disiplin, dominasi lini tengah, hingga efektivitas serangan. Namun bukan berarti mereka tidak bisa dikalahkan. Tottenham sebenarnya sempat memperlihatkan kelemahan Arsenal ketika João Palhinha mencuri bola dari Martin Zubimendi dan menghasilkan gol jarak jauh Richarlison. Masalahnya, Spurs terlalu pasif sepanjang laga sehingga peluang seperti itu sangat jarang terjadi.

Bayern Munich lebih agresif dibanding Spurs, dan Kompany diketahui selalu menuntut timnya melakukan counter-press setiap kali kehilangan bola. Risiko serangan balik tetap ada, namun cara permainan itu lebih sesuai dengan karakter Bayern. Andai Bayern tampil dengan identitas terbaik mereka, Arsenal tetap bisa menjadi lawan yang memungkinkan untuk ditaklukkan. Namun seperti banyak analis menilai, Arsenal saat ini merupakan salah satu tim terbaik di dunia—dan Bayern harus memastikan tampil sempurna jika ingin keluar dari London dengan hasil positif.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.