Rawan Tekanan Lanjutan, 24 November 2025

Senin, 24 Nov 2025, 08:30 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gagungan (IHSG) ber­potensi rawan mengalami tekanan lanjutan pada awal pe­kan ini, seiring sentimen teknikal yang belum sepenuhnya membaik dan minimnya katalis penggerak pasar. Pelaku pasar cenderung bersikap defensif di tengah volatilitas global dan aliran dana asing yang masih fluktuatif, sehingga ruang penguatan indeks diperkirakan terbatas dalam jangka pendek.

Phintraco Sekuritas menjelaskan dalam risetnya menya­takan, secara teknikal, pergerakan IHSG pada akhir pekan lalu menunjukkan sinyal pelemahan. Indikator MACD mu­lai membentuk death cross, menandakan potensi tekanan lanjutan, sementara Stochastic RSI berada di area pivot yang mencerminkan masih lemahnya momentum beli. Pe­nutupan IHSG di bawah MA5 juga memperkuat gambaran konsolidasi pada jangka pendek.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dengan kondisi tersebut, Phintraco memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Senin (24/11), masih bergerak dalam rentang 8.350–8.450, dan baru membuka peluang penguatan lebih solid apabila mampu menembus dan ber­tahan di atas 8.450 disertai peningkatan volume transaksi yang signifikan.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat (21/11) sore, ditutup melemah 5,57 poin atau 0,07 persen ke posisi 8.414,35 seiring meredupnya optimisme pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,34 poin atau 0,28 persen ke posisi 845,68.

“Pasar tampaknya berhati-hati dalam mengambil posisi baru seiring kejatuhan aksi jual di pasar Wall Street Amerika Serikat (AS), karena data pekerjaan gagal mengklarifikasi prospek suku bunga jangka pendek, sehingga harapan pelaku pasar terhadap pemotongan suku bunga pada Desember 2025 oleh The Fed meredup,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.