Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebijakan Trump Melunak? DEN: Peluang Emas bagi Produk RI!

📅 Senin, 24 Nov 2025, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebijakan Trump Melunak? DEN: Peluang Emas bagi Produk RI! Doc: ANTARA/ HO-Kemenko Perekonomian
Ket. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (dua dari kanan) berjabat tangan dengan US Trade Representative (USTR)-Wakil Dagang AS Jamieson Lee Greer (kiri) usai negosiasi soal tarif resiprokal di Amerika Serikat.

DEPOK – Penurunan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) menjadi penting bagi Indonesia karena langsung memengaruhi daya saing produk ekspor nasional di pasar global.

Tarif yang lebih rendah akan memperkuat posisi komoditas unggulan Indonesia—mulai dari tekstil, alas kaki, hingga produk manufaktur—sehingga mampu bersaing dari sisi harga dan volume.

Selain mendorong peningkatan nilai ekspor, kebijakan ini juga membuka ruang bagi diversifikasi produk dan perluasan pasar, terutama bagi pelaku industri yang tengah menghadapi tekanan biaya produksi.

Di sisi lain, penurunan tarif resiprokal dapat memperkuat hubungan perdagangan bilateral dan menciptakan kepastian usaha yang lebih besar, sebuah faktor penting di tengah dinamika geopolitik dan perlambatan ekonomi global.

Dengan demikian, langkah ini bukan sekadar isu tarif, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan dan daya saing ekonomi Indonesia.

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyakini kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap mitra dagangnya akan terus melunak, seiring pemenuhan kepentingan domestik AS.

"Kita sih optimis kebijakan Trump akan terus melunak. Trend-nya akan menurun," ujar Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat, di Depok, Jawa Barat, Senin (24/11).

Dia menjelaskan, berdasarkan data inflasi AS, dampak kebijakan tarif dinilai masih terbatas dan tetap terkendali. Namun, pada sejumlah produk tertentu khususnya barang kebutuhan sehari-hari yang diimpor seperti daging, kopi, dan pisang yang tidak diproduksi di dalam negeri terjadi kenaikan harga cukup signifikan.

Kondisi inilah yang disebut mendorong Pemerintahan Trump menambah daftar pengecualian terhadap produk yang dikenakan tarif dari negara mitra dagang.

Menurut dia, tren itu diperkirakan akan berlanjut, sehingga dampak tarif resiprokal ke depan dinilai akan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

"Ini kita lihat trend-nya akan relatif seperti itu. Sehingga dampak dari tarif akan semakin relatif membaik dibandingkan sebelum-sebelumnya," katanya lagi.

Selain itu, dari kebijakan tarif AS yang diterapkan ke negara mitra dagang, Indonesia bisa memanfaatkan untuk menarik investor asing membangun fasilitas produksi di tanah air.

Dari catatan pihaknya, saat ini ada 27 pabrik tekstil dan garmen dari Vietnam dan China yang berencana memindahkan pabriknya ke Jawa Tengah dengan potensi serapan tenaga kerja mencapai 120 ribu orang.

Meski demikian, disampaikan dia pula relokasi pabrik tersebut saat ini membutuhkan percepatan perizinan dan SDM yang berkualitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.