Angkat Besi Bidik Juara Umum SEA Games

Senin, 24 Nov 2025, 07:33 WIB

JAKARTA - Menjelang penyelenggaraan SEA Games Thailand 2025, tim angkat besi Indonesia memasuki fase akhir persiapan dengan disiplin tinggi di Pelatnas PB PABSI, Mess Kwini, Jakarta. Target besar sudah dicanangkan pemerintah: keluar sebagai juara umumdicabang olahraga yang selama ini menjadi lumbung medali Indonesia.

Dua pekan sebelum keberangkatan, seluruh atlet yang tergabung dalam skuad utama terus mengasah kondisi fisik dan teknik. Indonesia rencananya akan menurunkan 12 lifter: enam putra dan enam putri. Sejumlah nama besar kembali diandalkan. Ada Rizki Juniansyah, Rahmat Erwin Abdullah, hingga Luluk Diana Tri Wijayana.

Ket. Foto: Lifter Rahmat Erwin Abdulah melakukan angkatan snatch saat mengikuti pemusatan latihan cabor angkat besi di Mess Kwini, Jakarta, Rabu (5/11). Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menyiapkan 12 lifter untuk berlaga di perhelatan SEA Games 2025 Thailand pada 9-20 Desember 2025. — Sumber: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Di sektor putri, Natasya Beteyob diproyeksikan tampil di kelas 58 kg berkat peluang besar merebut podium. “Program latihan lebih konsisten, bebannya ditambah, repetisi juga meningkat,” ujar Natasya.

Pelatih kepala tim angkat besi Indonesia Dirdja Wihardja menegaskan intensitas latihan memang sengaja diperberat. Atlet pelatnas hanya mendapat 10 hari libur dalam setahun, namun tetap diwajibkan menjaga latihan mandiri. Pendekatan ini dipilih karena standar persaingan SEA Games kini setara dengan level Asian Games, bahkan menjadi fondasi menuju Asian Games 2028 di Nagoya.

Salah satu tumpuan medali emas, Arda Raya, menunjukkan komitmen besar dalam persiapan menuju kelas 71 kg. Dia tengah menjalani program diet ketat serta try-out ke Norwegia untuk menyesuaikan berat badan dan meningkatkan kapasitas angkatan. Arda mengakui Thailand menjadi lawan terberat, namun optimistis persiapan matang akan menempatkan Indonesia di posisi teratas.

Selain program pelatnas yang intens, proses seleksi nasional juga memainkan peran krusial. Atlet senior seperti Rahmat dan Rizki dipisahkan kelasnya demi menjaga keseimbangan skuad. Kombinasi lifter berpengalaman dan talenta muda diharapkan menghasilkan performa solid di seluruh nomor.

Kisah sukses atlet-atlet elite turut menjadi inspirasi. Rizki, peraih emas Olimpiade Paris, memulai karir sejak usia 11 tahun, menjuarai Popnas, hingga meraih gelar juara dunia junior 2021. Ketekunan semacam inilah yang ingin ditanamkan kepada generasi penerus.

Tim angkat besi Indonesia kini memasuki tahap akhir persiapan dengan keyakinan penuh. Untuk Arda dan rekan-rekannya, dukungan masyarakat sangat berarti dalam menambah motivasi. Dengan latihan yang sistematis, disiplin ketat, dan komposisi tim yang matang, Indonesia optimistis membawa pulang prestasi membanggakan dari Thailand.

Keberhasilan nanti diharapkan tidak hanya meneguhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan utama angkat besi Asia Tenggara, tetapi juga menjadi energi positif bagi perkembangan cabang olahraga ini di tanah air. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.