Pengungsi Erupsi Semeru Mulai Kembali ke Rumah
Jumat, 21 Nov 2025, 16:36 WIBJAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sebagian besar warga di Lumajang, Jawa Timur yang sempat mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru, sampai dengan Jumat (21/11) siang telah berangsur kembali ke rumah masing-masing.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, mengatakan bahwa proses pemulangan warga berlangsung seiring dengan situasi di sejumlah wilayah terdampak yang berangsur membaik.
"Termasuk 187 pendaki Gunung Semeru yang sebelumnya dilaporkan berada di jalur Ranu Kumbolo juga telah berhasil turun dengan selamat," kata dia.
Meski tidak menjelaskan secara rinci kepulangan para pengungsi namun, Abdul menyebutkan bahwa data Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat mereka adalah pengungsi yang sebelumnya tersebar di sembilan lokasi pengungsian yang terdata menampung total 1.116 jiwa hingga Kamis (20/11) malam pukul 19.30 WIB.
Lokasi pengungsian itu antara lain berada di Rumah Kepala Desa Sumbermujur, Kantor Kecamatan Candipuro, Pom Mini Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojoyo, SDN Supit Urang 04, SDN Sumber Urip 02, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Nurul Jadid Desa Supit Urang, Bumdes Desa Sumber Urip, dan Masjid Oro-oro Ombo.
Abdul memastikan meski sebagian warga memilih kembali ke rumah, pemerintah daerah melalui BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Lumajang bersama unsur terkait, termasuk BNPB, tetap menyalurkan layanan dasar bagi mereka.
Upaya pemenuhan kebutuhan dilakukan dengan mendirikan dapur umum, mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan seperti permakanan, terpal, selimut, hingga alat pelindung diri (APD).
BNPB juga terus memantau aktivitas vulkanik Gunung Semeru bersama kementerian dan lembaga teknis guna memastikan kondisi tetap aman bagi warga dan petugas di lapangan.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya melaporkan Gunung Semeru meletus pada Rabu (19/11) pukul 16.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak.
Dalam letusan itu, Gunung Semeru menghembuskan awan panas yang memiliki jarak luncur mencapai tujuh kilometer dari arah puncak dengan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut.
Erupsi terekam di seismogram pos pemantauan gunung api di Lumajang memiliki amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.
Aktivitas erupsi Gunung Semeru dipastikan berakhir pada pukul 18.11 WIB, namun pemerintah daerah dan Badan Geologi masih menetapkan status Level IV atau Awas untuk mengantisipasi aktivitas lanjutan yang masih berpotensi terjadi.
Hal ini sekaligus menjadi dasar ditetapkannya Status Tanggap Darurat Bencana Alam yang berlaku aktif hingga 26 November oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
- Erupsi Semeru
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Patung Macan Putih di Kediri
-
Dishub Kota Tangerang Laksanakan Rekayasa Lalu Lintas karena Ada Syuting Film Lisa Blackpink
-
Warga Lumajang Diminta Waspadai Potensi Hanyut Jutaan Kubik Material Semeru dalam Hujan Cuaca Ekstrem
-
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada Awan Panas dan Guguran Lava
-
Dalam Kegelapan Semeru Erupsi dengan Tinggi Letusan Capai 1 Kilometer
-
Pekerja Pembersih Kaca Apartemen di Surabaya Tewas saat Badai Hujan Disertai Angin Kencang
-
6 Tahun Terhenti, Layanan Kereta Penumpang Tiongkok-Korea Utara Kembali Beroperasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.