Pekerja Pembersih Kaca Apartemen di Surabaya Tewas saat Badai Hujan Disertai Angin Kencang

Selasa, 03 Mar 2026, 12:37 WIB

SURABAYA – Seorang pekerja pembersih kaca gedung tewas dan seorang rekannya luka-luka saat terjadi hujan deras disertai angin kencang di Apartemen Waterplace Residents, Pakuwon,  Surabaya, Senin (2/3) sore.

Keduanya terekam warga terjebak badai membuat gondola yang ditumpangi mereka terhempas dan terombang-ambing hingga salah satu dari korban bergelantungan saat cuaca ekstrem melanda Surabaya dan sekitarnya.

Ket. Foto: Gondola yang ditumpangi kedua pekerja terhempas dan terombang-ambing hingga salah satu dari korban bergelantungan saat cuaca ekstrem melanda Surabaya dan sekitarnya. — Sumber: Istimewa

Imsiden tragis itu terjadi sekitar pukul 14.12 WIB. di Tower D2 - Waterplace Residents Surabaya, Jalan Pakuwon Indah Lontar Timur Kecamatan Lakarsantri Surabaya. 

Dalam peristiwa tersebut, satu pekerja ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

“Korban sudah berhasil dievakuasi, berjumlah dua orang. Satu mengalami luka-luka dan satu meninggal dunia,” kata Kabid Pemadam Kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya M. Rokhim.

Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mengevakuasi korban dan melakukan proses identifikasi terhadap korban yang meninggal dunia.

“Korban masih di lokasi untuk dilakukan cek inafis. Sementara korban selamat telah dibawa ke RS William Booth Surabaya,” ujar Rokhim.

Peristiwa ini berawal ketika cuaca ekstrem dengan hujan lebat dan angin kencang melanda kawasan apartemen di Jalan Pakuwon Indah, Surabaya. Dalam video yang beredar, terlihat jelas petugas kebersihan kaca gedung tersebut terhempas berulang kali oleh angin kencang, meskipun tubuhnya masih terikat dengan tali keamanan gondola. Tim pemadam kebakaran segera merespons laporan dan mengerahkan tim evakuasi dari unit Pos Wiyung dan Pusat.

Selain kejadian tersebut, DPKP Kota Surabaya memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat cuaca ekstrem melanda. Masyarakat diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama saat hujan deras dan angin kencang, yang dapat menyebabkan bahaya seperti pohon tumbang, jalanan licin, dan jarak pandang yang terbatas.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.