BPBD Cirebon Catat 1.164 Rumah di Kecamatan Waled Terdampak Banjir
Kamis, 20 Nov 2025, 12:40 WIBCIREBON â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat sebanyak 1.164 unit rumah warga terdampak peristiwa banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Waled, Cirebon sejak Rabu (19/11) malam.
âBanjir terjadi sekitar pukul 20.34 WIB, setelah wilayah Cirebon dan kawasan hulu di Kabupaten Kuningan diguyur hujan dengan intensitas tinggi,â kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, di Cirebon, Kamis (20/11).
Ia menjelaskan tingginya curah hujan membuat Sungai Ciberes meluap karena aliran sungai tersebut mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat sedimentasi sehingga air mengalir ke permukiman warga.Â
âAir masuk ke permukiman di Desa Gunungsari dan Mekarsari. Ketinggiannga bervariasi, sekitar 70 cm sampai 120 cm," katanya.
Menurut dia, kejadian banjir tersebut dikategorikan sebagai bencana hidrometeorologi yang dipengaruhi oleh tingginya intensitas hujan di wilayah Cirebon pada November 2025.Â
Selain merendam 1.164 rumah, kata dia, banjir juga berdampak pada sembilan rumah ibadah dan empat sarana pendidikan di dua desa tersebut.
Pihaknya pun mencatat sekitar 100 hektare lahan sawah di wilayah tersebut, ikut tergenang dan berpotensi mengalami gagal panen.
âJumlah warga terdampak mencapai 3.724 jiwa, sedangkan 29 orang di antaranya harus mengungsi ke tempat aman,â katanya.
Tim Pusdalops BPBD, kata dia, langsung melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait untuk melaksanakan asesmen serta pemantauan lapangan.
Ia menuturkan petugas sudah melakukan penyisiran di titik-titik terdampak, untuk mengevakuasi warga yang membutuhkan penanganan cepat.
Ia mengatakan dalam penanganan awal, BPBD menyalurkan bantuan darurat berupa selimut, mi instan, hygiene kit, air mineral, dan matras kepada warga.
Ikin menyebutkan kebutuhan mendesak saat ini masih berkaitan dengan bantuan logistik dasar, bagi masyarakat yang rumahnya terendam.
Ia menyampaikan kondisi cuaca saat ini terpantau berawan, namun BPBD tetap mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan.
Sebagai upaya lanjutan, pihaknya merekomendasikan kolaborasi semua pemangku kepentingan untuk mempercepat penyelesaian persoalan banjir di wilayah Cirebon.
âRekomendasi tersebut mencakup rehabilitasi kawasan hutan, peninjauan tata ruang berbasis pengurangan risiko bencana, normalisasi sungai dari hulu hingga hilir, serta perbaikan tanggul penahan tanah yang rusak,â ucap dia.
- Banjir
- BPBD Cirebon
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rumah Hancur, Penghuninya Tewas Akibat Ledakan Petasan
-
Hujan Dini Hari di Musim Kemarau Picu Banjir di Belasan Lokasi Surabaya, Armada Damkar Dikerahkan Sedot Genangan
-
Saham Asia Anjlok, Harga Minyak Mentah di Atas $100 di Tengah Kebuntuan AS-Iran
-
Kasus Pembunuhan WNA Korea di Bekasi Terungkap, Eksekutor Dibayar Rp139 Juta
-
Korea Selatan Menuju Piala Dunia 2026 di Tengah Tekanan dan Kritik
-
Dampak Ngeri AI bagi Keamanan Negara, Jepang Mulai Bentengi Sektor Vital
-
Lestari Moerdijat: Remaja Harus Jujur soal Usia saat Daftar di Akun Media Sosial
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.