Advocaat Jadi Pelatih Tertua di Piala Dunia Usai Antar Curacao Lolos
Kamis, 20 Nov 2025, 09:40 WIBKINGSTON â Di usia 78 tahun, Dick Advocaat dipastikan akan menjadi pelatih tertua yang tampil di putaran final Piala Dunia setelah tim asuhannya, Curacao, menahan imbang Jamaika secara dramatis dan memastikan kelolosan bersejarah ke putaran final untuk pertama kalinya.
Pelatih kawakan yang telah menangani tujuh tim nasional tersebut, termasuk tiga periode bersama Belanda dengan pencapaian hingga perempat final Piala Dunia 1994, dinilai menorehkan salah satu prestasi terbesar dalam karirnya dengan membawa Curacao melangkah ke panggung tertinggi sepak bola dunia.
Negara pulau kecil berstatus otonom dalam Kerajaan Belanda itu hanya memiliki populasi sedikit di atas 150.000 jiwa, menempatkannya sebagai negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia.
Advocaat mulai menangani Curacao pada Januari tahun lalu. Namun, ia harus menyaksikan laga penentu dari kejauhan setelah meninggalkan skuad setibanya di Jamaika pada akhir pekan untuk pulang ke Den Haag karena âalasan keluargaâ, menurut federasi sepak bola Curacao.
âIni keputusan yang sangat sulit untuk meninggalkan para pemain di sini. Saya mengambil keputusan ini dengan berat hati, tetapi keluarga lebih penting daripada sepak bola,â ujar Advocaat sebelum pertandingan. âDari Belanda, saya tetap menjalin kontak dengan staf dan saya sepenuhnya percaya pada kelompok pemain ini.â
Pertandingan dimulai pukul 2 dini hari waktu Belanda ketika Advocaat duduk menyaksikan laga sambil menjaga komunikasi lewat telepon dengan manajer tim Wouter Jansen, yang kemudian meneruskan instruksinya kepada para asisten, Dean Gorre dan Cor Pot, pada jeda babak pertama.
Curacao menjalani laga penuh tekanan di hadapan publik Independence Park yang memadati stadion, sementara Jamaika tiga kali mengguncang mistar gawang pada babak kedua. Curacao pun sempat menciptakan peluang berbahaya dan memaksa kiper veteran Jamaika, Andre Blake, bekerja keras.
Drama mencapai puncaknya pada menit keempat dari lima menit tambahan waktu, ketika pemain pengganti Curacao, Jeremy Antonisse, tampak menjatuhkan Isaac Hayden dan wasit Ivan Barton langsung menunjuk titik putih. Namun VAR segera meminta sang wasit meninjau ulang insiden melalui monitor di pinggir lapangan. Tanpa ragu, Barton membatalkan keputusannya, membuat penonton tuan rumah terdiam.
Beberapa detik kemudian, peluit panjang dibunyikan, mengukuhkan pesta besar Curacao dan memastikan tempat mereka di Piala Dunia. Reaksi Advocaat baru dinantikan publik beberapa jam setelah laga usai.
Rekor pelatih tertua sebelumnya dipegang Otto Rehhagel, yang berusia 71 tahun dan 317 hari saat memimpin Yunani dalam laga terakhir fase grup melawan Argentina pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Estonia Sebut Russia Tak Punya Rencana Menyerang Kawasan Baltik
-
Antisipasi Dampak Krisis Global, Beberapa Fraksi Parpol DPR Dukung Opsi Prabowo Kurangi Gaji Pejabat
-
Puskas Award, Menunggu Kemenangan Rizky Ridho
-
Tujuan Aceh dan Medan, Ditjen Hubdat Lepas Keberangkatan Mudik Gratis
-
Tunggu Giliran, Gedung Putih Sebut Operasi Militer untuk Kuasai Greenland Selalu Jadi Pilihan
-
Kapal Nazila 05 Tenggelam di Maluku Utara, 21 Penumpang Ditemukan Selamat
-
Event di Jakarta Akhir Januari 2026: Dari Pameran Internasional sampai Konser Hardcore Punk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.