KemenPPPA Dorong Akses Keuangan Inklusif bagi Kaum Perempuan

Minggu, 19 Apr 2026, 22:00 WIB

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong sektor keuangan membuka akses lebih luas bagi perempuan. Langkah ini dilakukan guna memperkuat ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Perempuan memiliki peran besar dalam ekonomi keluarga. Namun akses terhadap layanan keuangan formal masih lebih rendah dibandingkan laki-laki,” kata Wakil Menteri (Wamen) PPPA Veronica Tan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (19/4).

Ket. Foto: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan — Sumber: Humas Kementerian PPPA

Veronica menegaskan perempuan harus memiliki akses, kesempatan, dan dukungan setara dalam sistem ekonomi, termasuk pembiayaan inklusif. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan serta memperluas partisipasi mereka dalam pembangunan nasional berkelanjutan.

“Pemberdayaan perempuan harus berkelanjutan melalui penguatan kapasitas, akses pembiayaan, dan ekosistem inklusif. Transformasi dari bantuan sosial menuju pemberdayaan ekonomi harus diperkuat agar perempuan lebih mandiri dan berdaya,” ucap Veronica.

Veronica menegaskan perjuangan perempuan kini tidak hanya soal kesetaraan, tetapi juga memastikan kesempatan adil bagi semua perempuan. Ia menyebut hal itu penting agar perempuan dapat berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan nasional secara berkelanjutan.

“Kami (KemenPPPA) berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan. Salah satunya melalui penguatan akses ekonomi, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi lintas sektor,” kata Veronica.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengungkapkan sekitar 12 ribu pelaku UMKM di Surakarta didominasi perempuan dan menjadi tulang punggung ekonomi lokal. “Perempuan berperan besar menggerakkan ekonomi daerah sehingga perlu didukung melalui akses pembiayaan serta penguatan kapasitas,” kata Astrid.

Sementara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destri Damayanti, menekankan pentingnya sistem keuangan inklusif dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Ia menyebut perluasan akses keuangan harus diiringi peningkatan literasi dan penguatan ekosistem pembiayaan.

“Kolaborasi antara pemerintah, sektor keuangan, dan masyarakat menjadi kunci agar perempuan. Khususnya pelaku usaha mikro, dapat tumbuh dan berdaya saing,” kata Destri. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.