- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia Lewatkan Perundinga...
Russia Lewatkan Perundingan di Turki, Jalan Damai Kian Suram?
Rabu, 19 Nov 2025, 15:42 WIBMOSKOW - Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Russia tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi yang diumumkan pihak Ukraina yang akan diadakan di Turki pada Rabu (19/11).
"Tidak, perwakilan Russia tidak akan berada di Turki besok. Sejauh ini, kontak-kontak ini telah dilakukan tanpa partisipasi Russia. Kami akan menunggu informasi tentang apa yang akan dibahas di Istanbul," kata Peskov dalam jumpa pers di Moskow, Selasa (18/11).
Pejabat itu mengatakan Ukraina belum menanggapi inisiatif perdamaian Russia atau mengisyaratkan kesiapannya untuk melanjutkan perundingan dengan Moskow.
Sebelumnya pada Selasa (18/11), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan di Telegram bahwa dia akan mengunjungi Turki untuk "mengintensifkan negosiasi" mengenai penyelesaian konflik, dengan mengatakan dia akan menyajikan "solusi yang telah dirumuskan" dan berfokus pada pertukaran tawanan perang.
Dia tidak menyebutkan mitra negosiasinya atau isi pesannya. Laporan media mengeklaim Utusan Khusus AS Steven Witkoff berencana untuk bergabung dalam perundingan tersebut.

"Tampaknya, Zelenskyy merujuk pada kontak yang akan berlangsung besok di Istanbul. Ini adalah kontak Zelenskyy dengan teman-teman Turki kami, yang kemungkinan akan dihadiri oleh Tuan Witkoff," kata Peskov.
Dia menegaskan kembali kesediaan Russia untuk bernegosiasi, dengan mengatakan bahwa posisi Moskow "sudah diketahui" oleh semua pihak yang terlibat.
"Russia tetap terbuka terhadap proses negosiasi. Posisi kami sudah diketahui; sudah diketahui baik di Istanbul maupun di Kiev," kata pejabat Kremlin tersebut.
Menurutnya, kontak dengan Witkoff atau perwakilan Turki tidak ada dalam agenda Presiden Russia Vladimir Putin. Namun, dia terbuka untuk diskusi semacam itu guna mendengar hasil perundingan dengan Zelenskyy.
"Jika ada orang yang Anda sebutkan menganggap perlu untuk memberi tahu pihak Russia, tentu saja, Presiden Putin akan terbuka untuk berdiskusi," tegasnya.
Peskov menambahkan bahwa kesiapan Kiev untuk mencari resolusi hanya dapat dinilai setelah Zelenskyy menyampaikan usulan spesifiknya.
"Sejauh ini, kami belum melihat apa pun dalam langkah ini karena kami belum tahu apa tujuannya. Setelah kami mengetahuinya, kami akan dapat mengetahui apakah kami melihat sesuatu atau tidak," ujarnya.
Menanggapi potensi pengiriman jet tempur Rafale Prancis ke Ukraina, Peskov mengatakan hal itu tidak akan mengubah situasi militer.
"Apa pun pesawat yang dijual kepada rezim Kiev, mereka tidak akan dapat mengubah situasi di garis depan," ujarnya.
Juru bicara itu juga mengkritik dukungan militer Prancis yang berkelanjutan untuk Ukraina.
"Prancis terus mempersenjatai rezim Kiev. Prancis sedang melakukannya sekarang, dan berencana untuk melakukannya besok. Sayangnya, Paris tidak berkontribusi apa pun terhadap perdamaian. Paris masih terlihat dalam menghasut sentimen militer dan pro-militer," ujarnya.
Pada Senin (17/11), Zelenskyy dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menandatangani nota kesepahaman tentang pengiriman 100 jet tempur Rafale ke Kiev.
Sumber: Anadolu
- Erdogan
- emmanuel macron
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Pertamina Berkolaborasi dengan Toyota Dorong Pengembangan Bioetanol 2G Nasional
-
Dialog bersama pelaku pasar modal di Bursa Efek Indonesia
-
Tanpa Kolaborasi, Manfaat Digitalisasi APEC Terancam Tak Merata
-
Polisi Larang Warga Ponorogo Gelar 'Sound Horeg' dan Perang Sarung
-
Laga Dua Generasi Emas: Belanda dan Norwegia Saling Ukur Kekuatan
-
Tiongkok Berlakukan Pembatasan Zona Udara Pesisir Selama 40 Hari
-
Kemacetan di Cawang Akibat Parkir Liar, Pemkot Jakarta Timur Ambil Langkah Tegas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.