Trump Menjamu Pangeran Saudi untuk Pertama Kalinya Sejak Kasus Pembunuhan Jurnalis Khashoggi

Selasa, 18 Nov 2025, 13:48 WIB

WASHINGTON - Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman akan menerima sambutan mewah dari Presiden AS Donald Trump, Selasa (18/11), menandatangani kesepakatan pertahanan dan nuklir dalam kunjungan pertamanya ke Amerika Serikat sejak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun 2018.

Trump diperkirakan akan menggelar karpet merah untuk sang pangeran dengan penerbangan lintas negara, tembakan meriam, dan jamuan makan malam -- memberikan kesempatan bagi pangeran Saudi untuk menikmati jamuan makan malam kenegaraan, meskipun ia bukan kepala negara dan hanya penguasa de facto kerajaan.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump mendapat sambutan hangat dari Putra Mahkota Mohammed Bin Salman saat mengunjungi Arab Saudi pada bulan Mei lalu. — Sumber: AFP

Trump telah memprioritaskan peningkatan hubungan dengan kerajaan Teluk yang kaya minyak tersebut, dan mengatakan pada hari Senin, ia akan menjual pesawat tempur siluman F-35 ke Arab Saudi, meskipun ada kekhawatiran dari Israel.

Di bidang lain yang pernah diperdebatkan, ia akan menandatangani kesepakatan tentang kerangka kerja sama nuklir sipil, menurut seorang sumber yang mengetahui negosiasi tersebut.

Trump juga akan mendorong Pangeran yang biasa dikenal sebagai MBS, untuk menormalisasi hubungan dengan Israel seiring mengupayakan kesepakatan perdamaian Timur Tengah yang lebih luas setelah perang di Gaza.

"Kita lebih dari sekadar bertemu," kata Trump kepada wartawan di Air Force One pada hari Jumat ketika ditanya tentang kunjungan tersebut. "Kita menghormati Arab Saudi, Putra Mahkota."

Pewaris takhta Saudi ini menantikan awal yang baru dalam kunjungan pertamanya ke AS sejak pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, oleh agen-agen Saudi yang memicu kemarahan global.

Pembunuhan itu juga memperburuk hubungan dengan Washington, karena intelijen AS mengindikasikan Pangeran Mohammed menyetujui operasi di dalam konsulat kerajaan di Istanbul, sebuah tuduhan yang dibantah oleh otoritas Saudi.

Namun, pangeran berusia 40 tahun ini telah membina hubungan dekat dengan Trump dan keluarganya selama bertahun-tahun -- hubungan yang dipererat oleh sambutan mewah dan janji investasi senilai $600 miliar ketika presiden Trump mengunjungi Arab Saudi pada bulan Mei.

Jaminan Keamanan

Pangeran MBS punya agenda sendiri, mengupayakan jaminan keamanan AS yang lebih kuat setelah serangan Israel pada bulan September terhadap Qatar, sekutu AS yang tangguh, mengguncang kawasan Teluk yang kaya itu.

Selain jet tempur F-35, Riyadh juga berupaya membeli sistem pertahanan udara dan rudal canggih.

Mereka juga akan berupaya keras untuk mendapatkan akses ke chip berteknologi tinggi yang dibutuhkan untuk mendukung ambisi AI-nya, kata para ahli.

Namun, Arab Saudi kemungkinan besar tidak akan menyetujui normalisasi dengan Israel pada tahap ini, meskipun Trump mengincar hadiah utama, yaitu Riyadh bergabung dengan Perjanjian Abraham yang ia luncurkan pada masa jabatan pertamanya.

"Banyak orang bergabung dengan Perjanjian Abraham dan mudah-mudahan kita akan segera mendapatkan Arab Saudi," kata Trump awal bulan ini.

Kemungkinan langkah Saudi menuju normalisasi dengan imbalan jaminan keamanan dan energi ditunda setelah pecahnya perang Israel yang menghancurkan di Gaza pada Oktober 2023.

Riyadh tampaknya tidak ingin mengalah tanpa adanya kemajuan dalam upaya internasionalnya untuk mendirikan negara Palestina.

Meskipun demikian, Trump akan berusaha menggarisbawahi "persahabatan" dengan Pangeran MBS yang telah lama ingin ditunjukkan oleh kedua pemimpin tersebut sejak Trump kembali menjabat.

Trump juga diperkirakan akan menghadiri forum investasi AS-Saudi yang menyoroti energi dan kecerdasan buatan di Washington pada hari Rabu.

Keluarga Trump juga memiliki hubungan bisnis yang luas dengan Saudi.

Sehari sebelum kunjungan sang pangeran, pengembang asal Saudi, Dar Global, mengumumkan kemitraan baru dengan Trump Organization untuk membangun hotel mewah di Maladewa.

Investor akan dapat berpartisipasi dalam pembiayaannya melalui token digital.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.