Satgas Pantau Ketat Penyelidikan BRIN soal Temuan Radioaktif Cs-137 di Sepatu
Senin, 17 Nov 2025, 17:20 WIBJakarta - Satuan Tugas Penanganan Cs-137 mengatakan masih menunggu hasil investigasi lanjutan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait dugaan kontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada dua kontainer berisi produk alas kaki atau sepatu (footwear).
Hasil pemeriksaan laboratorium BRIN diharapkan keluar pekan ini, kata Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cs-137 Bara Krishna Hasibuan usai menghadiri 13th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Senin (17/11).
Pemeriksaan awal yang dilakukan Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) memang menemukan jejak kontaminasi di dalam salah satu kontainer. Namun, kontaminasi tidak terdeteksi di bagian luar kontainer.
"Ada dua kontainer yang membawa footwear yang terkontaminasi. Satu sedang dilakukan pengecekan. Jadi sudah dilakukan pengecekan awal oleh Bapeten, memang ada indikasi kontaminasi luar boks, jadi di luar kontainernya tidak ada, tapi di dalamnya (kontainer) ada," katanya.
Menurut dia, kedua kontainer tersebut saat ini berada di Pelabuhan Tanjung Priok dan berasal dari perusahaan berinisial NM yang berada di kawasan Cikande.
Bara mengatakan satgas memastikan proses ekspor perusahaan tersebut tetap berjalan karena dugaan kontaminasi dinilai bukan kasus baru. Kasus kontaminasi radioaktif yang ditemukan pada produk udang maupun sepatu sebenarnya berasal dari satu rangkaian kejadian yang sama dan terjadi pada periode waktu yang sama, yakni sekitar bulan Mei 2025.
Sumber kontaminasi tersebut disinyalir berasal dari fasilitas smelting milik PT Peter Metal Technology (PMT).
Lebih lanjut ia mengatakan sumber paparan berasal dari scrap metal yang ternyata mengandung bahan radioaktif, di mana ketika proses peleburan berlangsung, terjadi penguapan material radioaktif yang kemudian terbawa melalui udara (airborne). Aliran udara inilah yang membawa partikel radioaktif tersebut ke berbagai titik lain di dalam kawasan industri.
"Kita ingin menegaskan bahwa kontaminasi yang terjadi pada udang, dan pada footwear ini kelihatannya terjadi pada periode waktu yang sama, kira-kira bulan Mei. Sumbernya juga sama yaitu fasilitas smelting yang dimiliki oleh PT Peter Metal Technology (PMT) itu, yang (scrap metal) terkontaminasi waktu itu," ujar dia.
Lebih lanjut, Bara menambahkan bahwa untuk saat ini tidak ada penyebaran kandungan radioaktif baru.
"Jadi tidak ada penyebaran secara masif, dan produk sepatu yang terkontaminasi itu, walaupun laporan baru kita terima baru-baru ini, sebetulnya itu juga bukan kontaminasi baru. Itu kontaminasi lama," katanya.
- pencemaran Cesium-137 (Cs-137)
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wamenkop: Koperasi Fondasi Wujudkan Reforma Agraria
-
Untuk Keberhasilan Tinggi Bayi Tabung, Dokter Sebut Usia Ideal Perempuan di Bawah 35 Tahun
-
Tim SAR tutup operasi pencarian korban tenggelam di Pantai Bambang
-
Satu Kartu untuk Multi Transportasi Dikeluarkan Bank DKI
-
Ledakan Wisata! Babel Diserbu 2,26 Juta Wisatawan Domestik
-
Spotify Rilis Pembaruan Besar untuk Android Auto, Tambahkan Desain Baru dan Fitur Kolaboratif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.