Hujan Jadi Kendala Pencarian Korban Longsor di Cilacap

Senin, 17 Nov 2025, 02:25 WIB

CILACAP - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan upaya modifikasi cuaca untuk mendukung dan mempercepat pencarian para korban hilang yang masih tertimbun material longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), yang terhambat oleh hujan dalam beberapa hari terakhir.

Saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Minggu (16/11), Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan modifikasi cuaca mulai dilakukan pada Minggu (16/11) dengan melibatkan ahli dari BMKG di dalam pesawat pemantau. “Kami berharap bisa berhasil ya, karena

Ket. Foto: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (kanan), memberikan santunan kepada korban longsor, Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11). Gubernur Jateng menyiapkan dana darurat 400 milar rupiah dan lahan seluas 3,5 hektare untuk relokasi warga terdampak longsor sesegera mungkin karena terdeteksi masih ada retakan tanah. — Sumber: ANTARA/Idhad Zakaria

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan keterbatasan waktu operasi akibat cuaca menjadi persoalan utama sejak hari pertama pencarian. “Waktunya hanya bisa dimulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Dengan evaluasi yang ada, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca agar dapat mengurangi hujan di lokasi,” katanya.

Percepatan Penanganan

Adapun Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menginstruksikan percepatan penanganan bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, melalui pengerahan penuh alat berat serta optimalisasi seluruh personel pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR). 

Selain meninjau langsung operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu, Gubernur Luthfi juga menggelar rapat terbatas terkait dengan percepatan penanganan bencana tanah longsor.

Rapat diikuti oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan, Deputi Bidang Penanganan Darurat Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budi Irawan, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta tim SAR gabungan dari TNI/Polri dan sukarelawan.

“Hari ini kita lakukan rapat evaluasi ketiga, hampir 920 relawan bergabung melakukan pencarian, khususnya terhadap korban yang masih tertimbun,” kata Luthfi.

Ia mengatakan percepatan penanganan dilakukan melalui pembagian empat klaster, yakni klaster SAR yang dikomandoi Basarnas, klaster sarana prasarana dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMCK) Jateng serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Selanjutnya klaster logistik dan pengungsian yang diampu oleh Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Provinsi Jateng maupun Kabupaten Cilacap, serta klaster kesehatan oleh Kementerian Kesehatan serta Dinas Kesehatan Provinsi Jateng maupun Kabupaten Cilacap.

Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11), sekitar pukul 19.00 WIB, serta menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

Berdasarkan pendataan sementara usai kejadian, total korban mencapai 46 orang, terdiri atas 23 selamat, dua meninggal dunia, dan 21 orang dilaporkan hilang, 12 rumah serta mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Ant/S-2

  • cilacap

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.