Ratusan Siswa SRMP 4 Padang Ikuti Edukasi Kebangsaan Bersama Dirut TVRI
Minggu, 16 Nov 2025, 14:19 WIBDirektur Utama (Dirut) LPP TVRI Iman Brotoseno mengedukasi ratusan anak didik Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 4 Kota Padang, Sumatera Barat terkait penguatan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Saya lihat anak didik di SRMP 4 Kota Padang ini adalah anak-anak yang cerdas," kata Iman Brotoseno di Kota Padang, Minggu.
Hal tersebut disampaikannya usai memberikan materi cinta tanah air bagi 146 peserta didik di SRMP 4 Kota Padang yang berlokasi di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial.
Menurut Dirut LPP TVRI, interaksi positif yang ditunjukkan anak didik selama menyerap materi tersebut menandakan mereka mempunyai semangat belajar, dan memahami pentingnya cinta terhadap Indonesia.
Ia mengatakan keberhasilan membangun fondasi pendidikan Sekolah Rakyat tidak lepas dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian lebih khususnya bagi anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi. Gagasan Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi gerbang awal untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
"Sekolah Rakyat ini merupakan cerminan dari kepedulian Presiden kepada anak-anak yang secara ekonomi mungkin kurang beruntung, tetapi tetap mempunyai kesempatan pendidikan yang sama dengan anak-anak lainnya," ujar dia.
Sebagai lembaga televisi milik negara, TVRI berkewajiban membantu pemerintah mendiseminasikan program-program strategis salah satunya Sekolah Rakyat yang masuk ke dalam kerangka besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Kepala SRMP 4 Padang Azizah Batubara mengatakan sejak anak didik pertama kali masuk ke sekolah berasrama itu pada 14 Juli 2025, banyak perubahan karakter dan kognitif positif yang terus ditunjukkan.
"Kami melihat sejak beberapa bulan di sini perubahan karakter anak didik di sini menunjukkan hal yang sangat positif," katanya.
Di awal-awal masuk ke asrama peserta didik banyak yang tidak percaya diri. Hal itu disebabkan beberapa faktor di antaranya putus sekolah karena alasan ekonomi. Bahkan, para guru juga harus berjuang keras untuk mengarahkan mereka.
"Namun, setelah beberapa kegiatan di kelas dan ekstrakurikuler mereka mulai menunjukkan perubahan karakter yang kuat."Â
- Sekolah Rakyat
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
HUT ke-76 BTN, Mantapkan Arah Transformasi sebagai Mitra Finansial Keluarga Indonesia
-
Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Deteksi Bibit Siklon 96S Berdampak di Bali hingga 16 Januari
-
Musrenbang Jati Padang Memprioritas Pencegahan Banjir
-
Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat Lombok Timur Prioritaskan Warga Miskin
-
Pembangunan KKMP di Manggarai Barat
-
Angkatan udara Israel Sebut Telah Menyerang Situs Nuklir Iran
-
Memperketat Pengawasan Hutan untuk Menekan Aktivitas Tambang Ilegal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.