Angkut 14,5 Juta Penumpang! Layanan PSO KAI Melejit, Bukti Kereta Masih Primadona Rakyat

Minggu, 16 Nov 2025, 21:05 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan penumpang layanan Public Service Obligation (PSO) sepanjang Januari–Oktober 2025, dengan total 14.572.752 juta pengguna. 

Angka ini naik hampir 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menegaskan peran kereta sebagai moda transportasi publik terjangkau yang terus menguat di berbagai wilayah.

Ket. Foto: Arsip Foto - Suasana Stasiun Pasarsenen Jakarta. — Sumber: ANTARA/HO-Humas KAI

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan layanan PSO yang diberikan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terus menjadi fondasi penting bagi masyarakat dalam memperoleh transportasi publik yang terjangkau.

"Sepanjang Januari-Oktober 2025, layanan PSO KAI tercatat 14.572.752 pelanggan, meningkat 6,99 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 13.620.772 pelanggan," kata Anne dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Dia menyampaikan capaian itu menggambarkan peran besar layanan PSO dalam mendukung mobilitas di berbagai wilayah Indonesia.

Anne menuturkan PSO merupakan mandat negara untuk memperluas akses transportasi massal bagi seluruh lapisan masyarakat. Layanan PSO KAI hadir di Pulau Jawa dan Sumatera, memberikan pilihan transportasi yang stabil dan terjangkau bagi pelanggan yang membutuhkan perjalanan rutin maupun antarkota.

Layanan PSO yang dijalankan KAI mencakup Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) dan KA Lokal. Keduanya berperan sebagai penghubung penting bagi pekerja, pelajar, pelaku usaha, serta masyarakat yang mengandalkan moda transportasi publik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan keperluan lainnya.

Selain layanan yang dioperasikan langsung oleh KAI, pemerintah juga memberikan PSO untuk layanan KAI Group, seperti Commuter Line, LRT Jabodebek, KA Bandara YIA di Yogyakarta, serta KA Srilelawangsa di Medan.

"Kehadiran berbagai moda ini memperkuat ekosistem transportasi nasional, memudahkan masyarakat berpindah moda, serta memperluas jangkauan layanan transportasi publik yang saling terhubung," ujar Anne.

Dari sisi ekonomi, kata Anne lagi, layanan PSO memberi kontribusi signifikan terhadap kegiatan perdagangan dan mobilitas tenaga kerja. Tarif yang terjangkau mendorong masyarakat menggunakan kereta api sebagai pilihan utama, sehingga mendukung pertumbuhan sektor informal dan UMKM di sekitar stasiun.

Lebih lanjut, dia mengatakan pemanfaatan layanan PSO juga berdampak positif pada kelancaran kota. Masyarakat yang memilih kereta api berkontribusi pada pengurangan kemacetan, peningkatan efisiensi perjalanan, serta penurunan beban penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya.

Bagi daerah yang belum memiliki banyak pilihan transportasi massal, KA PSO menjadi sarana penting untuk mengakses pusat ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai fasilitas publik lainnya.

"Layanan ini memperkuat inklusivitas dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk bergerak dan berkembang," katanya.

Anne menegaskan KAI terus meningkatkan kualitas layanan PSO melalui penguatan fasilitas, peningkatan ketepatan waktu, serta optimalisasi layanan digital.

“KAI menghadirkan pelayanan yang mendukung mobilitas masyarakat dan memperkuat konektivitas antarwilayah untuk Indonesia yang semakin maju,” ujar Anne.

Melalui layanan PSO yang terus berkembang, KAI bersama pemerintah berkomitmen memperluas manfaat transportasi publik bagi masyarakat, perekonomian nasional, dan pembangunan wilayah.

  • pt kereta api indonesia
  • pso kai

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.