Transformasi Dipacu, Danantara Siapkan 21 Jurus Perbaiki BUMN Sakit

Jumat, 14 Nov 2025, 17:45 WIB

JAKARTA – Restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bermasalah penting dilakukan untuk memulihkan kesehatan keuangan, meningkatkan efisiensi, dan menghindari penumpukan beban fiskal pada negara.

Banyak BUMN yang menghadapi tekanan arus kas, tingginya utang, serta model bisnis yang tidak lagi relevan dengan dinamika pasar.

Ket. Foto: Ilustrasi - Wisma Danantara Indonesia. — Sumber: Istimewa.

Tanpa penataan ulang, risiko meruginya operasional akan terus membesar dan menurunkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian.

Melalui restrukturisasi—baik lewat efisiensi biaya, perbaikan tata kelola, konsolidasi bisnis, maupun penguatan modal—BUMN dapat kembali fokus pada sektor strategis, memperbaiki profitabilitas, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat.

PT Danantara Asset Management (DAM) menyiapkan 21 program kerja prioritas sebagai strategi percepatan untuk membenahi sejumlah perusahaan BUMN yang tergolong bermasalah.

Managing Director Danantara Febriany Eddy menjelaskan pemilihan 21 program dilakukan secara ketat berdasarkan urgensi serta tingkat risiko apabila pembenahan ditunda.

"Kenapa sih yang 21 (program) ini yang dipilih untuk tahun ini? Itu yang urgent, important, yang memang kalau tidak dilakukan restrukturisasi tahun ini, maka tahun depan dia mungkin akan lebih sulit untuk diresolusasi. Jadi ada urgensi untuk segera dibantu tahun ini," ujar Febriany dalam Coffee Morning Session Danantara Asset Management di Jakarta, Jumat (14/11).

Menurut dia, sejumlah proses restrukturisasi BUMN sudah berjalan dan tengah dilakukan secara bertahap. Sebagian ditargetkan rampung tahun ini, sementara sebagian lainnya berlanjut tahun depan.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto juga telah mengumumkan rencana memangkas jumlah perusahaan BUMN dari 1.000 perusahaan menjadi hanya 200 perusahaan.

Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan unit usaha yang tidak relevan dengan inti bisnis (core) dan berpotensi membebani keuangan perusahaan.

Dalam sesi diskusi tersebut, Febriany menconthokan restrukturisasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu program yang tengah ditangani Danantara.

Danantara telah menyuntikan modal senilai Rp23,67 triliun untuk memulihkan kondisi keuangan dan operasional Garuda Indonesia Group, termasuk Citilink. Penyertaan modal tersebut sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Rinciannya, dari total dana Rp23,67 triliun itu, sebesar Rp8,7 triliun akan digunakan untuk modal kerja Garuda, termasuk perawatan armada. Sementara, Rp14,9 triliun digunakan untuk Citilink, terdiri atas Rp11,2 triliun modal kerja dan Rp3,7 triliun untuk pembayaran tunggakan pembelian bahan bakar avtur selama periode 2019-2021.

Mayoritas dana yang digelontorkan Danantara ke Garuda Indonesia digunakan untuk kebutuhan perawatan pesawat agar seluruh armada yang sempat grounded dapat kembali mengudara secara bertahap.

"Transformasi Garuda bukan cuma sekadar transformasi neraca. Walaupun capital injection itu pada akhirnya, ada banyak series of corporate action juga ya kemarin. Jadi ada injeksi untuk Garudanya sendiri, kemudian ada juga ke Citilink untuk membayar utang penggunaan avturnya, kemudian ada juga inbreng lahan dari GMF Aero Asia," jelas Febriany.

Danantara memastikan setiap dana restrukturisasi yang dikucurkan diawasi secara ketat agar tepat guna, terutama pada BUMN dengan tekanan finansial tinggi.

  • Danantara
  • Restrukturisasi BUMN

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.