Kasus Imigran Ilegal, Polisi Berjaga di Supermarket Ceuta Usai Kerusuhan Migran

Minggu, 02 Agu 2026, 04:30 WIB

CEUTA - Petugas kepolisian berjaga di pintu-pintu masuk supermarket di Kota Ceuta, kota otonom dan enklave Spanyol di Afrika Utara, setelah kerusuhan terjadi pada Jumat (31/7).

Menurut laporan koresponden RIA Novosti di Ceuta, Spanyol, Sabtu, para petugas ditempatkan langsung di pintu masuk toko untuk mengendalikan akses pengunjung.

Ket. Foto: Ratusan migran yang berenang dari Maroko tiba di pesisir pantai kota Ceuta milik Spanyol, Jumat (30/7). — Sumber: Antara foto/Anadolu Agency

Langkah-langkah tambahan terkait keamanan telah diterapkan guna mencegah upaya baru masuknya massa ke dalam supermarket.

Kerusuhan terjadi di dekat sejumlah gerai ritel pada Jumat, dengan kaca etalase mengalami kerusakan dan sekelompok orang berusaha masuk secara paksa ke dalam toko.

Beberapa toko di Ceuta ditutup sementara demi keamanan. Pihak berwenang pun kemudian memperketat pengamanan.

Langkah serupa tidak hanya diterapkan di supermarket, tetapi juga di apotek, restoran, dan hotel.

Petugas keamanan maupun pegawai hotel memeriksa para pengunjung di pintu masuk dan meminta informasi pribadi pengunjung sebelum diizinkan masuk.

Pada akhir Juli, Kota Ceuta menerima gelombang arus masuk besar-besaran para migran dari Maroko.

Pada Jumat, Wali Kota sekaligus Presiden Ceuta Juan Jesus Vivas mengatakan sekitar 60.000 orang dari Maroko telah memasuki wilayah kota tersebut hanya dalam waktu satu hari.

Kerusuhan pun terjadi di tengah krisis migrasi itu, sehingga pasukan tambahan dari kepolisian, Garda Sipil, dan militer dikerahkan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.