Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ruas Jayapura-Wamena dalam Trans Papua Dijanjikan Rampung 2026

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 12:50 WIB | Oleh:
Ruas Jayapura-Wamena dalam Trans Papua Dijanjikan Rampung 2026 Doc: ist
Ket. pengerjaan trans papua

JAYAPURA – Warga Papua segera memiliki jalur istimewa bernama Trans Papua. Sebab Gubernur Papua Mathius D Fakhiri memastikan pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena akan rampung dan seluruhnya teraspal pada akhir 2026 sehingga sektor ekonomi lokal akan tumbuh. "Pembangunan infrastruktur jalan Jayapura –Wamena menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat dalam mempercepat konektivitas wilayah di Tanah Papua," katanya di Jayapura, Kamis, (13/11).

Menurut Mathius, jalur transportasi Jayapura -Wamena tersebut merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan wilayah pegunungan dan pesisir utara Papua. "Untuk itu membutuhkan perhatian besar pemerintah pusat," ujar dia. Itu juga merupakan bukti nyata pemerintah dalam keberpihakan terhadap masyarakat Papua karena rampungnya pengaspalan jalan tersebut akan menjadi kado terbesar bagi warga, mengingat selama ini transportasi darat masih sangat terbatas, katanya, menjelaskan. 

"Pada Rabu (12/11), kami telah melakukan kunjungan kerja ke Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta di mana membahas terkait jalan trans Jayapura- Wamena," ujar dia.

Ia mengatakan dengan akses yang lebih mudah, distribusi logistik dan hasil pertanian masyarakat bisa berjalan lancar maka ekonomi lokal pun akan tumbuh lebih cepat. "Ketika jalan tersebut tuntas, mobil kecil seperti sedan sudah bisa melintas dengan aman dan nyaman. Hal itu akan berdampak pada turunnya harga barang kebutuhan pokok di daerah pegunungan," katanya.

Selain membahas proyek jalan, Fakhiri juga menyampaikan kesiapan Papua menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Gubernur se-Tanah Papua yang direncanakan pada 2026. "Kami berharap kehadiran Menko IPK dan jajarannya di Papua dapat memperkuat koordinasi lintas provinsi dan mempercepat realisasi program pembangunan prioritas," ujar dia.

Drainase Wamena

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, dan Tim Pusat Studi Teknik Sipil Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, berkolaborasi enyusun  masterplan drainase Wamena, Kabupaten Jayawijaya guna mencegah banjir di daerah ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jayawijaya Markus W Kenelak di Wamena, Kamis, mengatakan kerja sama dengan Tim Pusat Studi Teknik Sipil Uncen Jayapura baru pertama dilakukan untuk membantu pemerintah daerah dalam merumuskan program pencegahan banjir melalui tata kelola drainase yang baik.

“Setiap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam jangka waktu lama pasti Kota Wamena mengalami kebanjiran. Untuk itu, kami bekerja sama dengan teman-teman Uncen untuk membantu mencari solusi perbaikan drainase yang baik sehingga ke depan daerah ini tidak lagi mengalami kebanjiran,” katanya usai menutup seminar laporan pendahuluan penyusunan masterplan drainase Kota Wamena.

Menurut Markus, banjir yang dialami Kota Wamena selama ini selalu menimbulkan persoalan sosial lain, di antaranya pemalangan yang dilakukan oleh masyarakat asli Kabupaten Jayawijaya yang merasa kinerja pemerintah daerah belum optimal dalam penanganan banjir.

“Situasi inilah yang mendorong kami untuk segera merancang masterplan drainase yang berkualitas sehingga ke depan persoalan-persoalan sosial seperti pemalangan jalan umum dan fasilitas umum lain ketika banjir tidak lagi terjadi karena penataan ruang kota semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pusat Studi Teknik Sipil Uncen Jayapura Mujiati menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Jayawijaya yang telah bekerja sama dalam menata Kota Wamena sehingga lebih baik ke depan melalui perencanaan drainase yang optimal sesuai dengan kondisi terkini daerah ini.

“Masterplan adalah rencana induk yang disusun lebih awal dalam penataan Kota Wamena lebih baik dalam menata drainase, permukiman yang baik harus di mana, persawahan (lokasi) pertanian masyarakat jangan sampai hilang karena adanya permukiman baru yang sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi daerah tersebut atau daerah resapan air maka perlu kajian ilmiah yang mendalam,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Olahraga
Ronaldo Kirim Pesan untuk M...
Ekonomi
INACRAFT October Vol. 5 Dor...
Ekonomi
Layanan Penukaran Rupiah La...
Megapolitan
Penggunaan Angkutan Umum di...
Olahraga
Rider MotoGP 2026 Sapa Warg...

Bulan Imunisasi Kejar Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Bulan Imunisasi Kejar Nasional
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.