Polda Metro Kondisikan Keamanan Natal-Tahun Baru

Jumat, 14 Nov 2025, 03:30 WIB

JAKARTA – Meski perayaan Natal dan Tahun Baru masih lebih dari satu bulan, kondisi keamanan sudah disiapkan sejak sekarang agar lebih kondusif. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya siap menggelar kembali Operasi Zebra menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Hari Senin (17/11) nnatiPolda Metro akan menggelar pasukan secara langsung dengan melaksanakan Operasi Zebra. “Jadi, Operasi Zebra ini merupakan operasi cipta kondisi menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin saat dikonfirmasi, Kamis (13/11).

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Dia menjelaskan untuk jenis pelanggaran yang akan ditangani utamanya yang kasat mata. “Untuk pelanggaran-pelanggaran kasat mata nanti selesai laporan pra operasional, nanti akan disampaikan,” ujar Komarudin.

Sementara itu, untuk jangka waktu Operasi Zebra, dia menyebutkan akan dimulai 17 November hingga 30 Desember secara serentak di seluruh Indonesia. Jadi, tak hanya wilayah hukum di Polda Metro ­Jakarta.

“Target operasi zebra untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran yang disasar yang kasat mata seperti tak menggunakan helm. Juga knalpot-knalpot yang tidak sesuai. Itu antara lain sasaran operasi zebra,” tutur Komarudin.

Lebih lanjut, dia menyatakan, sistem penindakan tilang nantinya menggunakan hunting system atau berpatroli keliling. Jadi, bukan razia-razia konsep stasioner. Ada hunting system. Nanti akan diadakan kita akan berpatroli keliling menemukan pelanggaran. Nanti kita lihat jenis pelanggarannya, apakah itu cukup dengan teguran simpati atau memang harus ditilang,” ungkap Komarudin.

Kepulauan Seribu

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra menegaskan kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. “Kesiapan bukan hanya soal peralatan, tapi juga kecepatan dan koordinasi di lapangan,” jelas Argadija. Dia mengungkapkan ini setelah Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan dalam Memasuki Musim Penghujan di Jakarta, Kamis. Menurut dia, kesiapsiagaan seluruh unsur merupakan bagian dari tanggung jawab dalam Jaga Jakarta, termasuk wilayah Kepulauan ­Seribu.

“Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan gelombang tinggi yang kerap terjadi saat musim penghujan,” ujar Argadija. Dalam kegiatan tersebut, kata dia, dilakukan pula simulasi penanganan darurat banjir serta evakuasi korban oleh tim ­gabungan.

Simulasi itu bertujuan menguji kemampuan koordinasi antarlembaga serta kecepatan respons terhadap situasi darurat di wilayah kepulauan. Selain memeriksa kesiapan sarana dan prasarana, apel tersebut juga menjadi momentum bagi jajaran Polres Kepulauan Seribu untuk memastikan kesiapan personel di lapangan.

Dia mengungkapkan seluruh jajaran telah diarahkan agar meningkatkan kewaspadaan di setiap pulau berpenduduk, terutama di titik-titik yang rawan bencana alam. Polres Kepulauan Seribu pun siap mendukung langkah-langkah pemerintah daerah dan bersinergi dengan seluruh pihak dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem.

“Kami berupaya membuat masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi,” tegas Argadija. Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan dalam Memasuki Musim Penghujan digelar di halaman Kantor Bupati, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, pada Kamis.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu itu diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, serta berbagai instansi terkait. wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.