Petenis Top India Sumit Nagal Mengaku Ditolak Visa oleh Tiongkok
Jumat, 14 Nov 2025, 09:22 WIBNEW DELHI, INDIA- Petenis putra nomor satu India, Sumit Nagal, mengaku ditolak visanya oleh pemerintah Tiongkok hanya beberapa pekan sebelum dijadwalkan tampil di turnamen kualifikasi Australian Open yang digelar di Sichuan, barat daya Tiongkok.
âSaya seharusnya segera terbang ke Tiongkok untuk mewakili India di ajang Australian Open Playoff. Namun, visa saya ditolak tanpa alasan yang jelas,â tulis Nagal, 28 tahun, melalui akun media sosial X padahariRabu (12/11).
Nagal saat ini menempati peringkat ke-275 dunia dan pernah mencapai peringkat tertingginya di posisi ke-68 pada tahun 2024. Ia juga mewakili India di Olimpiade Tokyo dan Paris. Dalam dua partisipasinya di babak utama Australian Open sebelumnya, Nagal tersingkir di putaran pertama tahun ini dan di putaran kedua pada tahun 2024.
Turnamen Australian Open Asia-Pacific Wildcard Play-off, yang menjadi jalur kualifikasi menuju Grand Slam pertama tahun 2026 di Melbourne, dijadwalkan berlangsung mulai 24 November mendatang.
Pihak penyelenggara turnamen menyatakan bahwa âpara pemain diminta menghubungi konsulat Tiongkok untuk mendapatkan informasi terkait persyaratan visaâ dan dapat mengajukan surat undangan resmi. Namun, hingga kini pihak turnamen belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari AFP.
Menanggapi kabar penolakan visa tersebut, Kementerian Luar Negeri Tiongkok melalui juru bicara Lin Jian mengatakan pada hari Kamis (13/11) bahwa pihaknya berharap âyang bersangkutan menyerahkan dokumen sesuai dengan ketentuan Kedutaan Besar Tiongkok di India.â
âTiongkok akan memeriksa dan mengeluarkan visa bagi seluruh atlet, termasuk atlet India, sesuai dengan peraturan yang berlaku,â ujar Lin.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak agen Nagal belum memberikan pernyataan resmi.
Hubungan diplomatik antara India dan Tiongkok, yang berbagi perbatasan di wilayah Himalaya dan sempat menegang akibat bentrokan berdarah pada tahun 2020, kini perlahan mencair. Kedua negara baru saja melanjutkan penerbangan langsung bulan lalu setelah sempat terhenti selama lima tahun akibat pandemi dan ketegangan geopolitik.
Kendati demikian, kedua raksasa Asia ini tetap menjadi rival strategis yang bersaing untuk memperluas pengaruh di kawasan.
Berita Terkait:
-
Menteri HAM Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga di Papua Menyerahkan Diri
-
Pendaftaran Mudik Gratis DKI Jakarta 2026 Dibuka: Ini Link, Syarat, dan 20 Kota Tujuan
-
Kuartal I 2026, Laba Bersih BTN Melesat 22,6% YoY
-
Peluang Ekspor Pupuk Menggoda, Pupuk Indonesia: Jangan Sampai Petani Kekurangan
-
Singkirkan Fernandez, Janice Tjen Melaju ke 16 Besar Dubai Open 2026
-
Final Four Proliga 2026: Seri Ketiga di Semarang Dipastikan Berlangsung Ketat
-
Marc Marquez Masuk Nominasi Laureus World Sportsman of the Year 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.