Macron Undang Zelenskiy ke Paris, Prancis Tegaskan Dukungan Jangka Panjang untuk Ukraina

Jumat, 14 Nov 2025, 17:45 WIB

JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan menjamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Paris pada 17 November sebagai bentuk penegasan kembali dukungan jangka panjang Prancis terhadap Ukraina. Kantor Macron di Istana Elysee menyatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Prancis untuk membantu Kyiv menghadapi agresi Rusia.

Kunjungan Zelenskiy kali ini menandai perjalanan kesembilannya ke Prancis sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada 2022. Elysee menegaskan bahwa pertemuan kedua pemimpin itu akan menjadi momen penting untuk mempertahankan momentum setelah pertemuan Koalisi Sekutu Ukraina bulan lalu.

Ket. Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) berpose selama pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan Dewan Eropa yang mempertemukan 27 pemimpin Uni Eropa untuk membahas Ukraina, pertahanan Eropa, perkembangan terkini di Timur Tengah, daya saing, perumahan, dan migrasi, di Brussels, Belgia — Sumber: Reuters

Pertemuan pada 17 November tersebut dirancang untuk memperkuat koordinasi strategis antara Prancis dan Ukraina dalam berbagai bidang dukungan militer dan nonmiliter. Elysee menyebutkan bahwa Prancis dan Inggris terus memimpin Koalisi Bersedia yang terdiri dari negara-negara pendukung utama Ukraina.

Pada pertemuan Koalisi Bersedia terakhir yang digelar pada 24 Oktober, para sekutu Eropa sepakat bahwa aset Rusia yang dibekukan harus segera dimanfaatkan untuk membantu pendanaan bagi Kyiv. Negara-negara anggota menilai langkah itu sebagai cara efektif untuk mempercepat dukungan tanpa membebani anggaran publik masing-masing.

Macron dan Zelenskiy juga akan membahas kerja sama bilateral yang mencakup isu energi, keamanan ekonomi, dan sektor pertahanan dalam pertemuan tersebut. Kedua pemimpin tersebut diperkirakan memperdalam komitmen kolaboratif untuk memperkuat kemampuan Ukraina menghadapi ancaman berkelanjutan dari Rusia.

Zelenskiy dalam pernyataannya pada Jumat mengatakan bahwa Rusia kembali meluncurkan serangan besar-besaran dengan sekitar 430 drone dan 18 rudal semalam. Ia menyebut serangan itu sebagai gelombang agresi terbaru yang menargetkan infrastruktur penting serta wilayah permukiman di sejumlah kota.

Pelabuhan Laut Hitam Rusia di Novorossiysk yang menjadi jalur utama pengiriman komoditas energi ikut terdampak, menyebabkan ekspor minyak dihentikan sementara. Otoritas setempat menyebut gangguan tersebut terjadi setelah serangan drone besar dari Ukraina yang menargetkan fasilitas strategis.

Serangan besar itu memperlihatkan bagaimana Ukraina semakin mengintensifkan operasi jarak jauhnya untuk melemahkan sumber pendanaan utama Rusia. Kiev juga secara konsisten menyatakan bahwa tekanan internasional terhadap Moskow, termasuk melalui sanksi lebih berat, sangat diperlukan untuk menekan kemampuan Rusia melanjutkan perang.

Pertemuan Macron dan Zelenskiy menjadi krusial karena kehadiran Ukraina di Eropa terus menjadi prioritas geopolitik bagi negara-negara Barat. Prancis dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa stabilitas Eropa tidak mungkin tercapai tanpa keamanan Ukraina sebagai bagian integral dari kawasan tersebut.

Selain memastikan kelanjutan bantuan, Prancis juga berupaya memperkuat kerja sama industri pertahanan untuk membantu Ukraina meningkatkan kemampuan produksi militer dalam negeri. Paris melihat bahwa ketahanan jangka panjang Ukraina hanya dapat dicapai melalui kemampuan produksi persenjataan yang lebih mandiri.

Diskusi mengenai energi juga menjadi salah satu fokus utama karena serangan Rusia terus menargetkan infrastruktur listrik dan fasilitas vital lainnya. Prancis berniat memperluas bantuan teknis dan perangkat energi untuk menjaga pasokan listrik Ukraina tetap berjalan selama musim dingin mendatang.

Kedua pemimpin juga diperkirakan membahas langkah-langkah diplomatik lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperkuat solidaritas internasional terhadap Ukraina. Macron beberapa kali menekankan bahwa dukungan global tidak boleh melemah karena hal itu akan memberikan keuntungan strategis bagi Rusia.

Secara keseluruhan, kunjungan ini memperlihatkan bahwa hubungan Paris–Kyiv terus berkembang seiring meningkatnya tuntutan perang yang semakin kompleks. Prancis ingin memastikan bahwa Ukraina tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat memperkuat posisinya di tengah ancaman Rusia yang terus berlanjut.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.