Dedi Mulyadi Puji Aep Syaepuloh! Pembebasan Lahan Karawang Rampung, Proyek Pengendali Banjir Siap Jalan

Jumat, 14 Nov 2025, 01:46 WIB

KARAWANG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memuji langkah Bupati Karawang Aep Syaepuloh yang berhasil menuntaskan pembebasan lahan proyek pengendalian banjir di Desa Karangligar, Telukjambe Barat.

Dengan selesainya proses tersebut, proyek senilai hingga Rp100 miliar kini siap dimulai untuk mengatasi banjir langganan yang selama ini meresahkan warga Karawang.

Ket. Foto: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Bupati Karawang Aep Syaepuloh (tengah) dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (paling kiri) dalam rakor di kantor Pemkab Karawang. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Karawang

"Pembebasan lahan untuk mendukung proyek itu sudah diselesaikan oleh Pemkab Karawang," kata gubernur usai rapat koordinasi di kantor Pemkab Karawang, Kamis.

Dengan selesainya pembebasan lahan itu, maka proyek pengendalian banjir yang sudah lama ditunggu masyarakat di sekitar Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang kini siap dimulai.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Karawang Aep Syaepuloh karena telah menuntaskan pembebasan lahan untuk dimanfaatkan dalam proyek pengendalian banjir di Karawang.

Proyek tersebut merupakan bagian penting dari upaya menekan potensi banjir langganan di sekitar Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, salah satu titik genangan terparah di wilayah barat Karawang.

"Tidak ada problem. Pekerjaan sudah bisa dimulai, tinggal kontraktor jalan, karena ini pekerjaan ini akan dikerjakan oleh pemerintah pusat," katanya.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan proses administrasi dan teknis pembebasan lahan telah rampung, dan pembayaran kepada pemilik tanah akan dilakukan pada Senin (17/11).

Pemkab Karawang, katanya, telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk pembebasan lahan seluas 1,5 hektare yang akan digunakan sebagai lokasi kolam retensi dan pompa air sebagai pengendali banjir.

Untuk nilai ganti rugi disesuaikan dengan hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik, yakni berkisar Rp280 ribu hingga Rp500 ribu per meter persegi.

"Alhamdulillah, masyarakat mau menyerahkan lahannya untuk kepentingan bersama. Kami hanya mengambil sesuai kebutuhan. Senin tinggal bayar, dan setelah itu pekerjaan bisa langsung dimulai,” katanya.

Proyek penataan daerah aliran sungai di sekitar Desa Karangligar ini akan dilaksanakan oleh BBWS Citarum, dengan estimasi anggaran mencapai Rp80-100 miliar.

  • gubernur jabar
  • dedi mulyadi
  • kdm
  • Kemenag Karawang
  • aep syaepuloh

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.