Trump Bertanya pada Presiden Suriah al-Sharaa Berapa Banyak Istri yang Dimilikinya

Kamis, 13 Nov 2025, 20:45 WIB

WASHINGTON DC - Selama pertemuan di Gedung Putih dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa pada Senin (10/11), Presiden Donald Trump membuat komentar yang tidak terduga.

Dilansir oleh People, saat Trump, 79 tahun, memberikan sebotol parfum kepada al-Sharaa, 43 tahun, Trump menyemprotkan parfum tersebut ke politisi tersebut, dan menyebutnya sebagai "wewangian terbaik."

Ket. Foto: Trump menjamu Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dalam pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gedung Putih pada Senin (10/11). — Sumber: Istimewa

"Dan yang satu lagi untuk istrimu," kata Trump, sebelum cepat bertanya, "Berapa banyak istri?"

"Satu," jawab Al-Sharaa.

"Dengan kalian, saya tidak pernah tahu," jawab Trump.

Ini adalah pertemuan ketiga antara kedua presiden dan yang pertama di Washington, DC. Mereka sebelumnya bertemu pada bulan Mei bersama Dewan Kerjasama Teluk, dan sekali lagi pada jamuan makan malam Majelis Umum PBB pada bulan September, menurut Reuters .

Pertemuan Trump dan al-Sharaa terjadi saat al-Sharaa berkeliling dunia setelah menggulingkan rezim mantan Presiden Bashar al-Assad. Al-Sharaa diidentifikasi sebagai "Teroris Global yang Ditunjuk Khusus" hingga pekan lalu . Mantan komandan al-Qaeda tersebut memiliki hadiah 10 juta dolar AD untuk kepalanya, yang kemudian dicabut oleh AS pada bulan Desember, menurut Al Jazeera .

Pertemuan di Washington tersebut merupakan yang pertama kalinya antara para pemimpin Suriah dan AS sejak Suriah merdeka dari Prancis pada tahun 1946, lapor Associated Press . Kunjungan ini juga terjadi setelah Departemen Keuangan AS menangguhkan Undang-Undang Caesar selama 180 hari, enam tahun setelah pemerintah Suriah sebelumnya dikenai sanksi di bawah rezim al-Assad, menurut BBC . Namun, hanya Kongres yang dapat mencabut sanksi tersebut sepenuhnya, menurut Reuters. 

Al-Sharaa menggulingkan rezim al-Assad hampir setahun yang lalu. Sejak itu, al-Sharaa berupaya menjauhkan diri dari masa lalunya sebagai seorang jihadis. Ia menyatakan bahwa ia sedang berupaya membangun kembali dan menyatukan Suriah, menurut NBC News .

"Kita semua punya masa lalu yang sulit, tapi dia juga punya masa lalu yang sulit. Dan sejujurnya, saya pikir kalau kita tidak punya masa lalu yang sulit, kita tidak akan punya kesempatan," kata Trump, menanggapi masa lalu al-Sharaa, menurut Reuters.

NBC News melaporkan bahwa al-Sharaa setuju untuk bergabung dengan koalisi pimpinan AS yang berupaya mengalahkan kelompok militan ISIS di Timur Tengah. Suriah kini diizinkan untuk membuka kembali kedutaannya di Washington.

"Amerika Serikat akan mengizinkan Suriah untuk melanjutkan operasi di Kedutaan Besarnya di Washington untuk meningkatkan kerja sama kontraterorisme, keamanan, dan ekonomi," ujar seorang pejabat senior pemerintah kepada NBC News.

  • Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.