Perkuat Peringatan Dini, BMKG Perluas Radar Cuaca di wilayah Pesisir Perairan Indonesia

Selasa, 11 Nov 2025, 18:53 WIB

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperluas jaringan radar cuaca dan maritim guna memperkuat peringatan dini terhadap cuaca ekstrem di wilayah pesisir dan perairan Indonesia.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan bahwa pembangunan radar baru dilakukan di Kalimantan Tengah, Medan Sumatera Utara, Batam Kepulauan Riau, dan Badung di Bali.

Ket. Foto: Seorang petugas memantau cuaca menggunakan alat Campbel Stokes di kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). — Sumber: Antara

“Radar maritim menjadi tulang punggung dalam memantau hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran,” katanya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (11/11).

Program ini merupakan bagian dari Maritime Meteorological System 2 (MMS2) yang berjalan hingga 2027, dengan target 17 unit radar aktif di seluruh Indonesia.

Selain itu, BMKG juga memperkuat radar cuaca berbasis darat untuk meningkatkan cakupan wilayah rawan banjir dan longsor.

Menurut Fathani, infrastruktur baru akan mengurangi keterlambatan data observasi dan meningkatkan kecepatan prediksi cuaca lokal.

“Kami ingin masyarakat di wilayah pesisir mendapat peringatan cepat agar bisa mengantisipasi risiko lebih dini," ujarnya.

Penguatan radar maritim, lanjutnya, merupakan langkah strategis untuk mendukung sektor pelayaran dan pariwisata bahari nasional. 

Peringatan Dini

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda meminta warga Kalimantan Timur (Kaltim) mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir, sebagai dampak dari hujan intensitas sedang hingga tinggi pada 10 hari ke depan.

"Peringatan dini kami sampaikan karena hujan dapat menyebabkan banjir, sungai meluap, jalan licin, tanah longsor, hingga kemungkinan pohon tumbang karena hujan berpotensi disertai angin kencang dan petir," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor, di Samarinda, Selasa.

Pada prakiraan potensi curah hujan Dasarian II (11-20 November) 2025, lanjutnya, secara umum wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah antara 50–150 milimeter (mm) dengan peluang hujan lebih dari 70 persen.

Sedangkan sebagian wilayah Kaltim, khususnya Kabupaten Kutai Barat bagian utara, Kabupaten Kutai Kartanegara bagian utara, Kabupaten Kutai Timur bagian barat, Kabupaten Berau bagian barat, dan Kabupaten Mahakam Ulu bagian selatan, diprakirakan mengalami curah hujan dengan kategori tinggi antara 150–300 mm dengan peluang hujan berkisar antara 60–90 persen.

Ia melanjutkan, pada prakiraan deterministik curah hujan Dasarian II November 2025, sebagian besar wilayah Kaltim diprakirakan akan mengalami curah hujan dengan kategori menengah antara 50–150 mm.

Sementara sebagian wilayah Kabupaten Kutai Barat bagian utara, Kabupaten Kutai Kartanegara bagian utara, Kabupaten Kutai Timur bagian barat, Kabupaten Berau bagian barat, dan Kabupaten Mahakam Ulu bagian selatan diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi antara 150–300 mm.

Untuk prakiraan deterministik sifat hujan Dasarian II November, lanjut Riza, secara umum wilayah Kaltim akan mengalami sifat hujan dengan kategori atas normal antara 116–200 persen.

"Sementara itu, sebagian kecil wilayah seperti Kabupaten Mahakam Ulu bagian utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Timur diprakirakan mengalami sifat hujan dengan kategori normal antara 85–115 persen," katanya.

Selain itu, BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda juga mengungkap hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian I November (1-10 November 2025), meski secara umum wilayah Kaltim mengalami hujan, namun ada juga wilayah yang dalam beberapa hari tidak terjadi hujan.

"Sejumlah wilayah Kaltim mengalami HTH dengan kategori sangat pendek antara 1–5 hari hingga kategori pendek antara 6–10 hari. Durasi HTH terpanjang tercatat di Kabupaten Berau, tepatnya di Kecamatan Teluk Bayur, dengan HTH selama delapan hari," ujar Riza. Ant

  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.