- Home
-
- Megapolitan
-
- DKJ: Jakarta Harus Maju Se...
DKJ: Jakarta Harus Maju Sebagai Kota Global Tanpa Hilang Jati Diri Lokal
Selasa, 11 Nov 2025, 02:00 WIBJakarta - Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyelenggarakan Pidato Kebudayaan 2025 dengan tema âRuang sebagai Agensi: Jakarta, Kota Global, dan Negosiasi Budayaâ, menyoroti tantangan Jakarta menjadi kota global tanpa kehilangan identitas lokal.
Wakil Ketua DKJ Felencia Hutabarat mengatakan meski Jakarta kini bukan lagi ibu kota negara, ambisi kota global tetap menjadi arah baru.Â
âDia menjadi janji, bahwa Jakarta ingin sejajar dengan kota-kota besar dunia. Namun, di balik ambisi itu, muncul pertanyaan âapakah mungkin sebuah kota menjadi global tanpa kehilangan makna lokalnya?â,â katanya dalam sambutannya di Pidato Kebudayaan DKJ 2025, di Jakarta, Senin (10/11) malam.
Felencia mengatakan perjalanan Jakarta menuju identitas tersebut sesungguhnya telah dimulai sejak abad ke-17. Jakarta dulu sering dibayangkan sebagai wadah di mana semua identitas melebur menjadi satu budaya baru.
Namun, di kota yang terus tumbuh seperti Jakarta, lanjut Felencia, peleburan semacam itu justru berisiko menghapus perbedaan yang menjadi nafas gerak kehidupan kota itu sendiri.
âBukankah keunikan Jakarta justru terletak pada keragamannya? Di era Soekarno, Jakarta diimpikan sebagai kota modern dan berkelas dunia, lengkap dengan tugu, stadion, dan gedung-gedung megah sebagai simbol kemajuan bangsa. Lalu pada masa kini, muncul berbagai sebutan baru kota metropolitan, kota kolaborasi, kota global,â katanya.
Felencia menyoroti bahwa di balik semua istilah tersebut, suara masyarakat dari berbagai latar belakang sering kali hanya menjadi gema di luar dinding pengambil keputusan, di mana atas nama keindahan dan efisiensi, serta kota yang terus dirancang, sering diisi tanpa melibatkan mereka.
Padahal, lanjut Felencia, Jakarta tidak pernah hanya soal rancangan, namun hidup karena warganya yang terus mencipta ruangnya sendiri.
âPara pedagang yang kembali ke trotoar;Â anak-anak yang bermain di gang sempit; dan warga yang menata ulang kota dengan caranya masing-masing. Barangkali inilah saatnya kita menggeser pandangan tentang Kota Global. Bukan kota yang sekadar mengejar pengakuan dunia, melainkan kota yang juga menjadi rumah bagi warganya sendiri,â tegas dia.
Dia berharap Pidato Kebudayaan 2025 mendorong partisipasi warga dalam pembangunan kota, menjadikannya seperti âpiring asinan Jakartaâ, yang berlapis, berpadu tanpa kehilangan ciri, dan dinikmati sebagai kenduri bersama.
Acara ini menghadirkan sastrawan Afrizal Malna, yang membacakan pidato bertajuk âSuara Bajaj dari Cikiniâ, menambah perspektif seni dalam refleksi kota global dan identitas lokal Jakarta.
- Jakarta Kota Global
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp165.000/Kg, Telur Ayam Rp44.100/Kg pada Selasa
-
Melewati Perlintasan Sebidang, Pakar Berkendara Tekankan Etika
-
Wajib Tahu, Begini Cara Cepat Dapat Penanganan Jantung di RSUD Hasri Ainun Habibie
-
Pemprov Sulteng Dorong Pemerataan Dokter Spesialis di Daerah Terpencil
-
Jakarta Disebut Kota Global, Bisakah Menyamai Tokyo yang 80 Persen Warganya Gunakan Transportasi Publik?
-
Rekor Baru Singapura: Angka Kasus Korupsi Menurun
-
Wabah Hantavirus: WHO Curigai Penularan dari Manusia ke Manusia dan Apa Saja yang Kita Ketahui dari Penyebarannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.