Diversifikasi Energi, Pertamina Tengah Bidik Pengembangan Kilang Modular dan DME
Selasa, 11 Nov 2025, 18:50 WIBJakarta - Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan berminat menggarap proyek kilang modular, salah satu dari 18 proyek prioritas hilirisasi dan ketahanan energi.
âKami masih memantau perkembangannya, tetapi yang pasti kami ingin berpartisipasi,â ucap Simon ketika ditemui setelah pelantikan anggota komite BPH Migas di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin malam (10/11).
Simon menyoroti lokasi kilang modular yang akan tersebar di berbagai tempat. Dengan tersebarnya posisi kilang, hasil pengolahan bisa lebih efisien dan biaya transportasi untuk distribusinya lebih rendah.
âJika produksi dilakukan di lokasi tersebut, kita tidak perlu biaya transportasi dan lain-lain, sehingga mungkin akan jauh lebih murah,â katanya.
Namun, tantangan logistik muncul terkait pengadaan minyak mentah (crude) untuk masing-masing kilang modular yang akan dibangun. Simon optimistis dapat menemukan solusinya.
âItu (pengadaan crude)tantangan logistik, tapi semua pasti akan kami cari jalan keluarnya,â ujar Simon.
Selain kilang modular, Simon juga menunjukkan ketertarikan Pertamina terhadap proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME).
âSeharusnya ikut juga, ya (proyek DME),â katanya.
Kilang modular dan DME termasuk proyek hilirisasi yang diserahkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Dalam acara bertajuk âPenyerahan Dokumen Pra-Studi Kelayakan Proyek Prioritas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasionalâ, Satgas menyerahkan daftar 18 proyek prioritas kepada Danantara.
Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas di Istana, Jakarta, Kamis (6/11), memerintahkan percepatan 18 proyek hilirisasi yang telah melewati tahap pra-studi kelayakan, dengan nilai total hampir Rp600 triliun.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia optimistis proyek-proyek ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan produk yang mengurangi ketergantungan terhadap barang impor.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tok! Pemerintah Tetapkan Alokasi Biodiesel Tahun 2026 Sebesar 15,65 Juta KL
-
Pemprov DKI Berikan Insentif Pembebasan PBB-P2 Tahun 2025, Ini Syaratnya
-
Pertamina Umumkan Pembaruan Harga BBM Non Subsidi Pertamax Naik Jadi Rp12.300/Liter, Berapa Harga Pertalite?
-
Chelsea Melaju ke Final Piala FA Setelah Tundukan Leeds United 1-0
-
Perhatian! Jadwal Super League: Dewa United Layani Persija dan Persib Kontra Borneo
-
Wamenkop Tenangkan Suasana: Gangguan ke Kopdes Bukan Masalah Besar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.