Perenang Italia Sara Curtis Pecahkan Rekor Dunia 50 Meter Gaya Punggung Dua Hari Beruntun

Jumat, 14 Agu 2026, 08:08 WIB

PARIS — Perenang muda Italia, Sara Curtis, kembali mencetak sejarah. Hanya sehari setelah memecahkan rekor dunia 50 meter gaya punggung pada semifinal, Curtis kembali mempertajam catatan tersebut pada final Kejuaraan Renang Eropa di Paris, Kamis (13/8) waktu setempat.

Perenang berusia 19 tahun itu membukukan waktu 26,56 detik untuk merebut medali emas sekaligus menciptakan rekor dunia baru.

Ket. Foto: Sara Curtis merayakan kemenangan sekaligus rekor dunia nomor 50 meter gaya punggung pada Kejuaraan Renang Eropa di Paris. — Sumber: Istimewa

Sehari sebelumnya, Curtis mencatat 26,63 detik pada semifinal, memecahkan rekor milik perenang Australia Kaylee McKeown yang telah bertahan selama tiga tahun. Curtis memangkas rekor tersebut hingga 0,23 detik.

Namun, Curtis ternyata belum puas. Pada final, ia kembali tampil agresif dan memperbaiki catatannya tujuh perseratus detik menjadi 26,56.

Perenang Prancis Mary-Ambre Moluh meraih medali perak dengan waktu 27,06 detik, sedangkan Lauren Cox dari Inggris membawa pulang perunggu dengan catatan 27,15 detik.

Rekor Dunia Jadi Hadiah Ulang Tahun

Curtis mengaku masih kesulitan memahami apa yang baru saja dicapainya. “Saya benar-benar sangat bahagia. Sulit memahami emosi setelah rekor kemarin,” ujar Curtis kepada Rai.

Ia bahkan mengaku kesulitan tidur setelah memecahkan rekor pada semifinal. “Saya kesulitan tidur tadi malam. Saya benar-benar berusaha meningkatkan kecepatan dalam 15 meter terakhir. Ini luar biasa. Saya sangat bahagia. Ini mimpi, sebuah target besar.”

Dua rekor dunia Curtis tercipta di tengah momen langit yang juga istimewa. Rekor pertama lahir sehari sebelum gerhana matahari total, sedangkan rekor kedua tercipta setelah fenomena tersebut.

Curtis bahkan bercanda kepada Sky Sports bahwa dirinya ingin mengabadikan momen tersebut.

“Saya akan menato gerhana matahari itu di tubuh saya,” ujarnya.

Bagi Curtis yang akan merayakan ulang tahun ke-20 pekan depan, dua rekor dunia tersebut menjadi hadiah yang tidak ternilai.

“Saya sudah memberikan hadiah ulang tahun ke-20 untuk diri saya sendiri. Saya berharap bisa memberikan hadiah lainnya, tetapi rekor dunia adalah hadiah terbaik yang pernah saya berikan kepada diri sendiri.”

Gelar tersebut juga menjadi medali kedua Curtis di kejuaraan kali ini. Sebelumnya, ia meraih perunggu nomor 100 meter gaya bebas pada hari Selasa. Curtis kini memiliki rekor dunia sekaligus rekor Eropa nomor 50 meter gaya punggung jarak pendek yang dibuatnya di Polandia tahun lalu.

Bukan hanya Curtis yang mencuri perhatian di Paris. Juara Olimpiade Kristof Milak juga mencatat rekor Eropa pada final 100 meter gaya kupu-kupu putra.

Perenang Hungaria itu merebut emas dengan waktu 49,48 detik, mengungguli juara dunia asal Prancis Maxime Grousset yang finis dengan 49,70 detik.

Grousset sebenarnya memimpin setelah 50 meter pertama. Namun, Milak menunjukkan keunggulannya di 25 meter terakhir dan berhasil membalikkan keadaan. Perenang Swiss Noe Ponti melengkapi podium dengan catatan 49,93 detik.

Milak kemudian kembali turun dalam nomor estafet 4x100 meter gaya bebas. Ia menjadi perenang terakhir Hungaria dan membawa negaranya meraih emas sekaligus memecahkan rekor kejuaraan dengan waktu 3 menit 10,03 detik.

Catatan 46,29 detik pada leg terakhir menjadi kunci kebangkitan Hungaria untuk melewati atlet netral dari Russia yang finis kedua. Kroasia meraih medali perunggu.

Pada nomor 200 meter gaya bebas putri, Barbora Seemanova tampil sebagai juara setelah mengalahkan Marrit Steenbergen dari Belanda.

Seemanova mencatat 1 menit 54,38 detik, sekaligus menciptakan rekor kejuaraan. Steenbergen finis kedua dengan selisih 0,27 detik, sedangkan perenang Inggris Freya Colbert meraih medali perunggu. Gelar tersebut menjadi emas Eropa ketiga Seemanova dalam nomor 200 meter gaya bebas.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.