Tampilkan Produk Unggulan di CIIE 2025, Indonesia Perkuat Penetrasi Ekspor ke Pasar Tiongkok
Minggu, 09 Nov 2025, 22:56 WIBJAKARTA- Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI terus memperkuat penetrasi ekspor ke pasar Tiongkok melalui partisipasi dalam China International Import Expo (CIIE) ke-8 di Shanghai, Tiongkok 5â10 November 2025.Â
CIIE menjadi salah satu platform strategis Indonesia untuk memperluas akses pasar, memperkenalkan produk unggulan nasional, serta memperkuat citra Indonesia sebagai mitra dagang yang andal di kawasan Asia Timur.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengamini hal ini. Ia menyampaikan, CIIE menjadi momentum penting untuk memperdalam penetrasi eksporÂ
Indonesia ke pasar Tiongkok yang terus tumbuh dinamis.
âCIIE menjadi salah satu platform penting untuk memperkenalkan keunggulan produk kita secaraÂ
langsung kepada konsumen dan mitra bisnis Tiongkok. Melalui Paviliun Indonesia, kami ingin menegaskan produk Indonesia berkualitas tinggi sekaligus mampu mengusung nilai budaya, keberlanjutan, dan inovasi,â ujar Puntodewi.
Paviliun Indonesia secara resmi dibuka Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun pada Rabu, (5/11). Turut hadir pada pembukaan, yaitu Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir, Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai Adhi Kusuma Yudha Halim, serta KepalaÂ
Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Beijing Evita Sanda.
Indonesia konsisten berpartisipasi dalam CIIE sejak pameran ini pertama kali digelar pada 2018 lalu.Â
Keikutsertaan ini merupakan wujud nyata komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan Tiongkok. Tahun ini, sebanyak 10 perusahaan Indonesia menampilkan beragam produk unggulan ekspor yang memiliki potensi besar menembusÂ
pasar Tiongkok. Produk yang ditampilkan termasuk kopi, mi instan, makanan ringan, sarang burung walet, serta produk khas Nusantara lainnya.Â
Puntodewi menekankan, pemanfaatan pameran internasional seperti CIIE perlu terus dioptimalkan. Hal ini untuk memperkuat jejaring bisnis, memperluas akses pasar, dan mendorong ekspor bernilai tambah.
âPartisipasi Indonesia di CIIE 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan penetrasi produk ekspor Indonesia, terutama sektor pertanian dan olahan makanan ke pasarÂ
Tiongkok. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra dagang utama Tiongkok di kawasan ASEAN,â tambahnya.
The Second International Durian
Selain pameran utama, Indonesia juga berpartisipasi dalam The Second International Durian Industry Innovation and Development Summit Forum. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari
strategi memperluas ekspor durian Indonesia yang kini semakin digemari konsumen Tiongkok sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama buah tropis di Tiongkok.
âDengan potensi besar pada sektor pertanian, makanan olahan, dan produk khas Nusantara yang berdaya saing tinggi, partisipasi Indonesia di CIIE 2025 menjadi langkah nyata dalam mendukung target peningkatan nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok. Hal itu juga sekaligus memperkuat
hubungan dagang bilateral kedua negara,â imbuh Puntodewi.
Pada periode JanuariâSeptember 2025, total perdagangan Indonesia Tiongkok tercatat sebesar USD 110,65 miliar, naik 13 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat USD 97,07 miliar. Sementara pada 2024, total perdagangan kedua negara tercatat USD 136,59 miliar dengan ekspor Indonesia sebesar USD 62,74 miliar dan impor sebesar USD 73,85 miliar.
Ekspor utama Indonesia ke Tiongkok di antaranya besi dan baja, bahan bakar mineral, nikel, lemak dan minyak hewan/nabati, serta bubur kayu. Sedangkan impor Indonesia utama dari Tiongkok di antaranya mesin-mesin/pesawat mekanik, mesin/peralatan listrik, besi dan baja, plastik dan barang dari plastic, serta kendaraan dan bagiannya
- Ekspor
- Kementerian Perdagangan
- Indonesia Tiongkok
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Dampak Geopolitik Global, Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Kompak Naik di Bulan Mei
-
Pulih dari Cedera, Jamal Musiala Kian Dekati Performa Terbaik
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
Literasi Keliling Berbasis Energi Hijau Hadir di Kota Kediri
-
Ongkir Ditanggung Negara, Bapanas Banjiri Indonesia Timur dengan Bahan Pokok
-
Mulai 8 Juni Wajib Punya NIB! Mendag: Pedagang Online Tanpa Legalitas Bakal Ditolak Platform
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.