Cedera Berkepanjangan, Tai Tzu-ying Putuskan Gantung Raket

Minggu, 09 Nov 2025, 06:45 WIB

TAIPEI, TAIWAN — Pebulu tangkis andalan Taiwan dan peraih medali perak Olimpiade, Tai Tzu-ying, resmi mengumumkan pensiun dari dunia bulu tangkis. Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Sabtu (8/11), Tai menyebut masa kejayaannya telah berakhir, namun berharap semangatnya tetap hidup di hati para penggemar.

“Sebagian bab yang indah telah berakhir. Terima kasih, bulu tangkis, atas segala yang engkau berikan kepadaku,” tulis Tai, 31 tahun.

Ket. Foto: Tai Tzu-ying — Sumber: AFP

Lahir di Kaohsiung, Taiwan bagian selatan, Tai telah bergulat dengan cedera sejak tahun lalu hingga tak mampu kembali ke level kompetitif tertinggi. Ia merupakan juara tiga kali All England Open serta tiga kali juara Kejuaraan Asia, dan dikenal dengan gaya bermain penuh kreativitas serta kontrol raket yang luar biasa.

Dia mengingat kembali momen pahit ketika tersingkir di fase grup Olimpiade Paris tahun lalu, yang ia sebut sebagai “masa tersulit” dalam kariernya.

“Sebelum Olimpiade, saya tidak yakin kaki saya yang cedera sanggup mendukung saya bertanding, tetapi saya memberikan segalanya. Orang-orang tidak menyerah pada saya, jadi saya tidak bisa menyerah pada diri sendiri,” tulisnya.

“Namun saya tidak bisa mengakhiri karier seperti yang saya bayangkan. Saya butuh waktu untuk berdamai dengan kenyataan itu.”

Tai menjalani operasi pada kedua kakinya dan menempuh masa rehabilitasi panjang. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang mendampingi proses pemulihannya.

“Saya belum memutuskan apa yang akan saya lakukan setelah ini, tapi sekarang saya ingin menikmati hidup tanpa alarm bangun pagi,” ujarnya.

Pernyataan pensiunnya ditutup dengan pesan penuh emosional: “Era TTY telah berakhir, tetapi saya berharap semangat TTY akan selalu bersama Anda.”

Tai mulai bermain bulu tangkis sejak sekolah dasar dan menjadi pemain Taiwan pertama yang menduduki peringkat satu dunia pada akhir 2016. Ia kembali ke peringkat teratas tiga kali lagi antara 2018 hingga 2020, dengan total masa kepemimpinan 214 pekan, sebuah rekor.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, turut menyampaikan penghormatan melalui komentar di unggahan Tai. “Terima kasih atas kerja kerasmu!” tulisnya.

“Terima kasih telah membuat dunia melihat kekuatan Taiwan melalui keringat dan ketekunanmu. Dedikasi dan senyummu telah lama menjadi kebanggaan seluruh rakyat Taiwan.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.