Kegagalan Total Kejuaraan Asia jadi Alarm Jelang Thomas-Uber Cup
Senin, 13 Apr 2026, 01:15 WIBJAKARTA â Para pebulu tangkis Indonesia gagal total di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026, tak satu pun wakil yang mampu melangkah ke final. Hasil buruk ini menjadi alarm bagi ajang Thomas dan Uber Cup akhir bulan ini. Perlu langkah cepat mengatur strategi .
Langkah pembaruan skuad kembali ditegaskan Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menjelang Thomas - Uber Cup 2026. Di tengah tuntutan prestasi, induk organisasi memilih memadukan energi pemain muda dengan pengalaman senior guna menjaga daya saing Merah Putih di panggung beregu paling prestisius.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menegaskan kesiapan menyeluruh menjadi tolok ukur utama dalam menentukan komposisi tim. Setiap pemain yang dipanggil diharapkan mampu menjalankan peran taktisnya sekaligus memberi kontribusi nyata bagi tim. Evaluasi dilakukan secara komprehensif, mencakup performa terakhir, kondisi fisik, kesiapan mental, hingga kebutuhan strategi di lapangan.
Di sektor putra, Indonesia menurunkan kombinasi kekuatan mapan dan darah segar. Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting tetap menjadi tumpuan di nomor tunggal. Sedangkan Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, hingga nama-nama muda seperti Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin disiapkan sebagai pelapis sekaligus investasi jangka panjang. Pada sektor ganda, pengalaman Fajar Alfian yang berduet dengan Muhammad Shohibul Fikri menjadi andalan. Mereka ditopang Sabar Karyaman Gutama serta Moh Reza Pahlevi Isfahani yang siap memberi kedalaman skuad.
Untuk tim putri, komposisi serupa juga diterapkan. Putri Kusuma Wardani dan Ester Nurumi Tri Wardoyo memimpin sektor tunggal dengan dukungan talenta muda seperti Thalita Ramadhani Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Di nomor ganda, kekuatan Indonesia bertumpu pada pasangan berpengalaman Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari serta duet Siti Fadia Silva Ramadhanti bersama Amallia Cahaya Pratiwi, yang dilengkapi pemain muda lain seperti Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum.
Sebagai unggulan kedua di Thomas Cup, Indonesia memikul ekspektasi tinggi. Namun Eng Hian mengingatkan bahwa persaingan kini kian merata, sehingga fokus utama adalah menjalani setiap fase secara bertahap, dimulai dari babak grup dengan menjaga konsistensi performa. Di sisi lain, tim Uber ditargetkan tampil optimal sejak awal sembari membangun kepercayaan diri dan kekompakan untuk melangkah lebih jauh.
Turnamen yang akan berlangsung pada tanggal 24 April hingga 3 Mei 2026 tersebut menjadi momentum pembuktian regenerasi PBSI. Apalagi, hasil kurang memuaskan di Kejuaraan Bulutangkis Asia 2026 masih membekas. Indonesia pulang tanpa gelar setelah dua wakil yang mencapai semifinal harus terhenti.
Pasangan Fajar/Fikri takluk dalam pertarungan tiga gim dari ganda Korea Selatan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju dengan skor 13-21, 21-14, 16-21.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Jejak Diplomasi Seorang Wartawan Diluncurkan di HPN 2026
-
Program Mudik Gratis Kemnaker Berangkatkan 11.121 Buruh dengan 227 Bus
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Kesiapan Prajurit Yonif TP 875 di Dompu
-
Penerbangan Charter Rute Taipei-Manado Diluncurkan: Peluang Pasar Baru Bagi Eksportir!
-
Banjir di Tol Jakarta-Tangerang Akibat Curah Hujan Tinggi
-
Jangan Petik yang Hijau, Bupati Kuningan Bongkar Rahasia Kopi Lokal Bisa Tembus Pasar Ekspor
-
Inilah Kalender Kompetisi 2026 dari Level Junior Hingga Elite yang Dirilis PBSI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.