- Home
-
- Megapolitan
-
- Pelaku Peledakan SMA 72 te...
Pelaku Peledakan SMA 72 ternyata Korban Bullying
Sabtu, 08 Nov 2025, 11:13 WIBJakarta -- Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menilai respon cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baik dalam penanganan di lapangan maupun dukungan penuh kepada para korban ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta sudah tepat.
Hal itu menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap keselamatan dan keamanan lingkungan pendidikan.
"Saya menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas insiden yang terjadi di SMAN 72," kata Kenneth di Jakarta, Sabtu, menanggapi upaya menangani korban ledakan tersebut.
Kenneth memberikan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta yang telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan aparat Kepolisian, TNI dan instansi terkait sehingga situasi bisa segera dikendalikan.
"Pemprov DKI sudah merespon kejadian dengan baik mulai dari penanganan di lapangan maupun dukungan penuh kepada para korban, ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap keselamatan dan keamanan," ujarnya.
Selain itu, Kent juga memberikan sejumlah masukan kepada seluruh sekolah di Jakarta agar meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan belajar.
Untuk itu, ia mendorong seluruh sekolah di DKI Jakarta, baik negeri maupun swasta, untuk memperketat pengawasan terhadap lingkungan sekolah, terutama terhadap barang-barang bawaan siswa dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan bahaya.
"Jangan sampai lolos dan terjadi kembali hal-hal seperti ini. Koordinasi antara pihak sekolah, orang tua, dan aparat keamanan perlu diperkuat," kata dia.
Kent juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter dan pendekatan psikologis di sekolah guna mencegah potensi tindakan berisiko di kalangan pelajar. Karena diduga pelaku merupakan salah satu siswa sekolah tersebut, dan diduga korban perundungan (bullying).
Selain aspek keamanan fisik, sekolah juga perlu memperkuat pembinaan mental dan sosial siswa. Pendekatan yang humanis dan komunikasi terbuka antara guru, siswa dan orang tua menjadi kunci dalam menjaga iklim belajar yang aman dan sehat.
Kent juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis para siswa dan guru di SMAN 72 Jakarta pasca-insiden ledakan yang terjadi. "Saya sangat prihatin terhadap dampak psikologis yang mungkin dialami siswa, guru maupun tenaga pendidik di SMAN 72," katanya.
Karena itu, dia mendorong pihak sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta beserta Dinas Sosial untuk segera melakukan langkah-langkah "trauma healing" dan pendampingan psikologis.
Bagaimana menurut Anda?
- Ledakan SMAN 72
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
BPS: Ratusan Kabupaten/Kota Jual Minyakkita di Atas HET! Kok Bisa?
-
Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Presiden Prabowo Pertimbangkan Larangan Game Online seperti PUBG
-
Ketum TP PKK Ajak Kader Bersama Wujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas di Puncak HKG ke-53
-
Ledakan di SMAN 72, Peringatan Akan Pentingnya Bentengi Dunia Pendidikan dari Pengaruh Intoleran, Kekerasan, dan Perundungan
-
Sangat Penting, SDM Handal di Bidang Transportasi dan Logistik Dorong Kemajuan Ekonomi
-
Penataan Terpadu Lapangan Banteng dan Gedung AA Maramis Dimulai
-
Juara Olimpiade Noah Lyles Siap Debut di Nomor Lari 100 Meter Musim Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.