Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Presiden Prabowo Pertimbangkan Larangan Game Online seperti PUBG

Senin, 10 Nov 2025, 19:30 WIB

JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah menimbang langkah serius untuk membatasi gim daring populer seperti PUBG menyusul insiden ledakan di sebuah sekolah di Jakarta yang melukai hampir 100 orang. Keputusan ini mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto disebut menyoroti potensi dampak negatif permainan daring terhadap perilaku pelajar.

"Presiden sedang mempertimbangkan untuk membatasi permainan daring setelah seorang siswa dikaitkan dengan ledakan di sekolah yang melukai 96 orang," ujar seorang pejabat senior Indonesia kepada wartawan, Minggu (9/11).

Ket. Foto: — Sumber: Anadolu Agency

Ledakan tersebut terjadi pada Jumat (7/11) di SMAN 72 Jakarta Utara, tepatnya di area masjid sekolah ketika para siswa dan guru sedang menunaikan salat Jumat. Suasana berubah panik saat suara ledakan keras mengguncang lingkungan sekolah sekitar pukul 12.30 WIB.

Menurut laporan, ledakan itu diduga berasal dari bom rakitan yang dibawa oleh seorang siswa. Pelajar tersebut disebut kerap menjadi korban perundungan oleh teman-temannya di sekolah.

"Petugas dilaporkan menemukan kaleng soda yang diyakini sebagai bagian dari alat peledak. Sebuah senapan airsoft yang bertuliskan nama-nama pelaku penembakan massal terkenal juga ditemukan di lokasi kejadian," tulis laporan tersebut.

Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo melihat perlunya regulasi baru terkait gim daring yang berpotensi menormalisasi kekerasan. Ia menilai, kebiasaan bermain game dengan konten kekerasan dapat memengaruhi cara berpikir generasi muda.

"Presiden menyampaikan bahwa kita perlu mencari cara untuk membatasi dan mencari solusi terhadap dampak negatif gim daring," ujar Prasetyo di Jakarta, Minggu.

Ia menambahkan bahwa PUBG menjadi contoh permainan yang dianggap dapat memicu efek psikologis negatif jika dimainkan tanpa kontrol.

"Ada kemungkinan game semacam itu dapat memengaruhi generasi muda kita," katanya.

"Ambil PUBG sebagai contoh. Pemain dapat dengan mudah mempelajari jenis-jenis senjata. Dan mereka akan mulai menganggap kekerasan sebagai hal yang normal," lanjutnya.

Data pemerintah mencatat, pada tahun 2023 jumlah gamer di Indonesia mencapai lebih dari 150 juta orang, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar gim terbesar di Asia Tenggara. Namun, pesatnya perkembangan industri ini kini disorot karena dinilai belum diimbangi dengan edukasi literasi digital yang memadai.

Pemerintah disebut akan melakukan kajian mendalam sebelum mengeluarkan kebijakan pembatasan resmi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan batas usia ketat, jam bermain maksimal, serta kewajiban verifikasi identitas pemain untuk gim daring tertentu.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dikabarkan telah diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap daftar permainan yang mengandung unsur kekerasan ekstrem. Langkah ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan aturan baru di bidang regulasi digital dan perlindungan anak.

"Guru harus lebih waspada jika siswanya menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan," tegas Prasetyo.

Menurut laporan aparat, siswa yang diduga menjadi pelaku masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bakar serius. Polisi hingga kini masih menyelidiki asal bahan peledak dan motif di balik tindakan tersebut.

"Penyelidikan masih berlangsung dan kami menunggu hasil pemeriksaan forensik," ujarnya

Insiden ini memicu keprihatinan luas di kalangan masyarakat dan pejabat negara. Banyak pihak menilai perlunya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk mendeteksi dini perilaku ekstrem siswa serta mengedukasi bahaya konten digital yang tidak sehat.

Jika kebijakan pembatasan gim daring benar-benar diterapkan, Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang secara tegas mengatur aktivitas bermain game online berbasis kekerasan. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi penyimpangan perilaku generasi muda akibat pengaruh digital yang tak terkendali.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.