Pendukung PSIM Yogyakarta Berharap Tak Kalah dari Persis Solo
Jumat, 07 Nov 2025, 05:30 WIBYOGYAKARTA â Harapan pendukung PSIM Yogyakarta, boleh kalah dari tim lain, tapi jangan dari Persis Solo. Ini gengsi tradisional. Pendukung PSIM berharap pelatih Jean-Paul van Gastel mampu menerapkan strategi guna meredam Persis Solo, yang selalu bersemangat tinggi setiap melawan tim-tim Yogyakarta.Â
Apalagi dia menargetkan poin penuh untuk Laskar Mataram saat menghadapi Persis Solo, meski bermain tandang di Stadion Manahan, Solo. Keduanya akan bertemu dalam pekan ke-12 BRI Super League 2025/2026 pada hari Sabtu (8/11) pukul 19.00 WIB. âBagi kami, ini adalah pertandingan biasa, tapi juga sangat penting karena kami ingin menang,â kata pelatih asal Belanda itu, dikutip dari laman resmi PSIM, Kamis.
Soal persiapan tim, Van Gastel mengungkapkan sangat antusias menyambut pertandingan tersebut, apalagi derbi ini sudah lama tidak terselenggara. âPersiapan selalu sama. Derbi selalu menyenangkan untuk dimainkan, terutama jika tidak dimainkan dalam waktu lama. Jadi orang-orang menantikan pertandingan seperti ini,â ungkap dia.
PSIM menatap pertandingan derbi dengan percaya diri setelah meraih dua kemenangan dua laga terakhirnya. Sebaliknya, kondisi tak menyenangkan dihadapi oleh Persis yang tak pernah dalam sembilan laga terakhirnya, dengan tujuh d antaranya berakhir kekalahan.
Persis, yang dilatih Peter de Roo, hanya meraih kemenangan pada pekan pembuka ketika mereka mempermalukan Madura United dengan skor 2-1. Laju negatif ini membuat tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu berada di zona degradasi, di peringkat 17, dengan lima poin atau hanya unggul satu poin dari Semen Padang sebagai juru kunci.
Meski lawannya dalam performa buruk, Van Gastel memiliki pandangan lain. âSaya pikir mereka sedikit kurang beruntung. Mereka juga tidak bermain buruk,â ucap Van Gastel. Ia mencontohkan beberapa momen tidak beruntung dialami Persis. âPada saat-saat tertentu dalam pertandingan, misalnya melawan Malut dan Bandung, tendangan pertama langsung menjadi gol. Di Persebaya, mereka kebobolan gol tepat sebelum babak pertama berakhir,â kata dia.
Selain mewaspadai kekuatan lawan, faktor cuaca turut menjadi perhatian bagi pelatih berusia 53 tahun ini. Hujan lebat di laga-laga sebelumnya terbukti menjadi tantangan. Menurut Van Gastel, hujan deras berdurasi singkat dapat mengubah kondisi lapangan dengan cepat. âDi sini hujan deras yang turun dalam waktu singkat, dapat mempengaruhi lapangan,â kata Van Gastel, yang kini membawa PSIM berada di peringkat keenam dengan 18 poin.
- Persis Solo
- PSIM Yogyakarta
- liga super indonesia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
BNI Perkuat Sinergi Transformasi Ekonomi Digital di Jakarta Kreatif Festival 2026
-
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Minta Kasus Kekerasan Santri di Lombok Diusut Tuntas
-
Tembus 34 Ribu Penumpang, Jalur Kereta Api Sidoarjo Kebanjiran Pemudik Libur Sekolah
-
Messi Sebut Mental Baja Jadi Kunci Argentina Singkirkan Inggris dan Lolos ke Final
-
Inggris Tutup Persiapan Piala Dunia 2026 Lawan Kosta Rika, Tuchel Cari Formula Terbaik
-
Sirene Meraung di IT Semarang, Simulasi Darurat Pertamina Uji Ketangguhan Hadapi Tumpahan Minyak dan Kebakaran Laut
-
Jakarta Jadi Tuan Rumah Pertama Harmony in Diversity Award 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.