Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Ekonomi Q3 Bukan Pelemahan Fundamental

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Pertumbuhan Ekonomi Q3 Bukan Pelemahan Fundamental Doc: istimewa
Ket. JOSUA PARDEDE Kepala Ekonom Permata Bank - Pelemahan ini mencerminkan normalisasi musiman setelah periode liburan keagamaan pada kuartal sebelumnya, yang biasanya mendukung konsumsi rumah tangga yang lebih kuat.

Ekonom memandang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III bukan menunjukkan pelemahan secara fundamental melainkan karena didorong faktor musiman.

JAKARTA - Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, memandang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen (year-on-year/yoy) bukan menunjukkan pelemahan secara fundamental melainkan karena didorong faktor musiman.

Ia mengatakan perlambatan tersebut bersifat musiman setelah lonjakan konsumsi pada periode libur keagamaan di kuartal sebelumnya. Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen (yoy).

“Pelemahan ini mencerminkan normalisasi musiman setelah periode liburan keagamaan pada kuartal sebelumnya, yang biasanya mendukung konsumsi rumah tangga yang lebih kuat,” kata Josua dalam keterangan di Jakarta, Kamis (6/11).

Josua mencatat angka pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 sesuai dengan ekspektasi pasar. Permata Bank melalui Permata Institute for Economic Research (PIER) sebelumnya juga sudah memperkirakan angka tersebut.

Dari sisi pengeluaran, menurut Josua, pertumbuhan ekonomi utamanya karena faktor rebound secara signifikan dalam pengeluaran pemerintah dan penguatan kinerja net ekspor.

Setelah mengalami kontraksi -0,33 persen (yoy) pada kuartal II, pengeluaran pemerintah melonjak menjadi 5,49 persen (yoy) berkat langkah-langkah pro-pertumbuhan yang dilakukan pemerintah.

Selain itu, net ekspor juga membaik karena perlambatan impor yang lebih tajam dibanding ekspor.

Impor hanya tumbuh 1,18 persen (yoy), jauh lebih rendah dibanding 11,48 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya, mencerminkan penurunan aktivitas investasi dan normalisasi impor jasa pasca-libur sekolah.

Sementara ekspor tumbuh stabil di 9,91 persen (yoy), didorong oleh permintaan kuat terhadap CPO, besi-baja, dan mesin listrik.

Adapun konsumsi rumah tangga, yang menjadi penyumbang terbesar PDB, tumbuh 4,89 persen (yoy), sedikit melambat dari 4,97 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya.

“Ini wajar karena efek musiman pasca-perayaan keagamaan,” kata Josua.

Penyumbang Utama

Dari sisi sektoral, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi kuartal III yakni industri manufaktur, yang didukung oleh perbaikan PMI manufaktur Indonesia lebih dari 50 atau balik ke zona ekspansi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.