Berusia Ratusan Tahun, Blok Cepu Tetap Jadi Tulang Punggung Produksi Minyak Nasional

Kamis, 06 Nov 2025, 00:00 WIB

Sebagai ladang migas tertua di Indonesia, optimalisasi operasi di Blok Cepu penting untuk memperkuat ketahanan pasokan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah. 

BOJONEGORO – Inovasi di ladang minyak dan gas bumi (migas) tertua di Indonesia, Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, perlu terus dilakukan untuk meningkatkan produksi, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pasokan minyak mentah nasional. Optimalisasi Blok Cepu diharapkan tidak hanya menambah kontribusi terhadap lifting nasional, tetapi juga mendukung stabilitas energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah.

Ket. Foto: Sektor Migas - Lapangan Banyu Urip Produksi Minyak Sekitar 150 Ribu Barel Per Hari — Sumber: istimewa

Sebagai operator utama wilayah kontrak (WK) migas di Blok Cepu, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) mengungkapkan hingga saat ini, ladang minyak di Bojonegoro, Jawa Timur itu telah menghasilkan kontribusi signifikan terhadap produksi minyak nasional, dengan angka yang tercatat lebih dari sepertiga atau sekitar 25–30 persen produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional.

Operasi ini tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menghasilkan pendapatan negara yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Hingga saat ini, produksi kumulatif dari blok Cepu sudah lebih 700 juta barel minyak, jauh di atas rencana POD (plan of development) awal dimana jumlah cadangan minyak yang diperkirakan sebesar 450 juta barel per minyak,” ujar External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL, Tezhart Elvandiar dalam Kunjungan Lapangan Media SKK Migas-KKKS di Bojonegoro, Selasa (4/11).

Seperti diketahui, produksi lapangan Banyu Urip di Blok Cepu memang sudah naik signifikan pada akhir Juni lalu setelah adanya tambahan produksi dari proyek pengeboran Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) yang berhasil diselesaikan 10 bulan dari perencanaan.

Proyek ini telah meningkatkan produksi Blok Cepu secara substansial, dengan tambahan sekitar 30.000 barel per hari (bph), dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025. Peningkatan ini mendorong total produksi puncak berpotensi mencapai 170.000 hingga 180.000 bph.

Sebelum penambahan produksi, Lapangan Banyu Urip memproduksi sekitar rata-rata 150 ribu barel per hari. Proyek BUIC sendiri mencakup pengeboran tujuh sumur produksi baru, dilaksanakan oleh PT. Pertamina Drilling Services Indonesia menggunakan rig canggih buatan dalam negeri.

Proyek ini sangat penting dan strategis karena berfungsi untuk menunda penurunan produksi Blok Cepu. Hasil dari pengeboran sumur baru ini diharapkan dapat menahan laju penurunan produksi alami (decline) dari lapangan tersebut.

Sumbang Pendapatan

Sejak awal produksi hingga saat ini, Blok Cepu juga menyumbang pendapatan negara mencapai lebih dari 35 miliar dollar AS atau sekitar lebih dari 586 triliun rupiah. Nilai ini lebih dari 10 kali lipat dari nilai investasi awal.

Pendapatan tersebut tentu juga mengalir dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH) Migas kepada Pemerintah Daerah. DBH Migas berkontribusi pada sekitar 40 persen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bojonegoro.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Heru Setyadi menuturkan, selain DBH Migas, menurut catatan KPP Pratama Bojonegoro, EMCL merupakan wajib pajak dengan kontribusi pembayaran pajak terbesar pada kategori wajib pajak badan.

“Peran EMCL sangat krusial dalam menjaga stabilitas pasokan migas nasional. Keberhasilan operasi EMCL menunjukkan pentingnya kolaborasi SKK Migas dan KKKS dalam menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujar Heru.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.