Isu Kontaminasi Cs-137 Tuntas, Udang Indonesia Siap Serbu Kembali Pasar Amerika

Kamis, 06 Nov 2025, 17:35 WIB

JAKARTA – Kembalinya pintu ekspor udang beku Indonesia ke Amerika Serikat (AS) menjadi angin segar bagi sektor perikanan nasional. Pembukaan akses ini mencerminkan keberhasilan diplomasi perdagangan dan peningkatan kepatuhan terhadap standar mutu serta keamanan pangan internasional.

Dengan pasar AS sebagai salah satu konsumen udang terbesar dunia, peluang ekspor ini diharapkan dapat mendorong peningkatan devisa, memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global, serta memacu pelaku usaha untuk terus meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing produk kelautan di pasar premium dunia.

Ket. Foto: Proses pengolahan udang untuk ekspor di salah satu unit pengolahan ikan yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/HO-KKP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan sebanyak 200 kontainer udang beku dapat diekspor ke Amerika Serikat pada November 2025, usai pulihnya kepercayaan negara tersebut setelah polemik paparan radioaktif Cesium-137.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP Ishartini dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (6/11), menyebutkan saat ini sebanyak 134 dari 200 kontainer atau sekitar 2.000 ton udang telah siap kirim usai menjalani proses pemindaian (scanning) menyeluruh.

"Ya kemarin baru tujuh kontainer (yang diekspor), baru pertama, tapi itu udah pecah telor (pasca adanya isu Cs-137). Kami menargetkan 200 kontainer bulan ini (November 2025), karena sampai sekarang ada 134 kontainer yang sudah selesai scanning," kata Ishartini.

Ia menjelaskan seluruh produk ekspor tersebut kini menunggu hasil uji dari laboratorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang diperkirakan rampung dalam waktu sekitar satu minggu.

"Biasanya lab BRIN itu sekitar satu minggu saja (hasil pengujiannya bisa keluar). Mudah-mudahan ini bisa terus, nanti kami kabarkan ya progresnya di bulan November ini," ujarnya.

KKP menilai capaian tersebut menjadi momentum penting bagi pemulihan citra produk perikanan Indonesia di pasar global, sekaligus pembuktian bahwa standar keamanan pangan nasional telah memenuhi regulasi internasional.

Selain itu, pengiriman udang Indonesia ke Amerika Serikat diharapkan bertepatan dengan momen Natal dan tahun baru, ketika permintaan komoditas laut di pasar Amerika meningkat signifikan setiap tahunnya.

Lebih lanjut Ishartini menyebutkan nilai ekspor dari 200 kontainer tersebut diperkirakan mencapai Rp160 miliar, dengan harga jual rata-rata sekitar Rp80 ribu per kilogram

"Kira-kira itu 2.000 ton. Satu kilonya kan sekitar Rp80 ribu dikalikan aja," tutur Ishartini.

KKP menargetkan tahun depan ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat dapat kembali mencapai nilai normal seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni sekitar 1,5 miliar dolar Amerika Serikat setelah pemerintah berhasil mengatasi kasuistik Cesium-137.

Dengan pulihnya ekspor pasca isu Cesium-137, KKP optimistis harga udang di tingkat petambak akan kembali stabil, seiring meningkatnya permintaan dan terjaganya keseimbangan antara pasokan serta kebutuhan pasar global.

"Itu (harga udang sempat) turun karena supply-demand. Jadi sebentar saja, sekarang begitu kita sudah lepas ekspor harga sudah naik lagi. Saya kurang tahu ya kalau harga (turunnya berapa) ya, tapi sempat agak turun itu karena supply-demand saja, tapi sekarang sudah kembali normal," ucapnya.

Diketahui Indonesia kembali mengekspor udang ke Amerika Serikat (AS) sebanyak tujuh kontainer dengan volume 106 ton atau senilai 1,2 juta dolar Amerika Serikat yang setara Rp20,14 miliar.

Komoditas itu telah memenuhi prosedur dan persyaratan sesuai ketentuan dan memastikan kontainer bebas kontaminasi Cs-137 saat melewati Radiation Portal Monitor (RPM).

Ekspor udang tersebut telah dilakukan secara bertahap dengan rincian dua kontainer dilepas pada 31 Oktober 2025, menyusul dua kontainer pada 1 November, lalu kembali diekspor dua kontainer pada 3 November, kemudian satu kontainer dilakukan pada 4 November 2025.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.