Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Sudan, Prabowo Tawarkan 20 Ribu Prajurit Demi Amankan Dunia

Kamis, 06 Nov 2025, 20:00 WIB

JAKARTA - Pemerintah Indonesia menegaskan siap mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Sudan yang masih diguncang perang saudara berkepanjangan. Komitmen ini menjadi bukti bahwa Indonesia ingin terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dunia.

Pertempuran di Sudan terjadi antara Angkatan Bersenjata Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Sejak meletus pada April 2023, perang tersebut menimbulkan krisis kemanusiaan parah dan mendorong jutaan warga sipil mengungsi demi keselamatan.

Ket. Foto: — Sumber: Jakarta Globe

"Selama ada mandat yang jelas dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, kami siap untuk menjalankan misi perdamaian di Sudan," ujar Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangan kepada pers.

Ia menegaskan bahwa opsi ini terus terbuka dan tidak terbatas hanya untuk Gaza, melainkan juga negara-negara lain yang membutuhkan kehadiran pasukan penjaga perdamaian. Sugiono mengatakan keamanan dan kemanusiaan merupakan prioritas utama Indonesia dalam menjalankan misi internasional.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB beberapa waktu lalu. Dalam pidato perdananya sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo menegaskan kesediaan Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam upaya perdamaian dunia.

"Indonesia siap mengirim 20 ribu bahkan lebih putra-putri terbaik kami untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain, di Ukraina, Sudan, Libya. Di mana pun perdamaian perlu ditegakkan dan dijaga, kami siap hadir," tegas Prabowo.

Indonesia termasuk dalam lima besar negara penyumbang pasukan perdamaian paling banyak di dunia. Hingga akhir September 2025, tercatat 2.731 personel TNI dan Polri bertugas di berbagai misi penjaga perdamaian PBB.

Jumlah tersebut menempatkan Indonesia hanya berada di bawah Bangladesh, India, Rwanda, dan Nepal. Dengan kontribusi yang besar itu, Indonesia menunjukkan bahwa diplomasi aktif bukan hanya lewat pernyataan, tetapi juga aksi nyata di lapangan.

Di sisi lain, pemerintah menilai pelibatan pasukan perdamaian juga membantu memperkuat posisi global Indonesia. Keikutsertaan dalam misi PBB menjadi bagian dari strategi diplomasi pertahanan yang menekankan pentingnya peran RI dalam keamanan internasional.

Sudan kini menghadapi salah satu tragedi kemanusiaan terburuk abad ini menurut penilaian PBB. Infrastruktur hancur dan akses bantuan kemanusiaan sangat terbatas akibat baku tembak yang terus berlanjut.

Laporan internasional memperkirakan korban jiwa akibat perang ini telah mencapai sekitar 150 ribu orang. Situasi diperburuk dengan kelangkaan pangan, layanan kesehatan yang lumpuh, serta meningkatnya risiko penyakit mematikan bagi warga sipil yang terjebak konflik.

Sejak perang berkecamuk, Indonesia telah mengevakuasi ratusan warganya yang berada di Sudan. Tercatat 926 WNI berhasil dipulangkan hingga Agustus 2024 melalui kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, TNI, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Namun, masih ada sebagian WNI yang memilih bertahan karena alasan keluarga dan pekerjaan. Pemerintah menegaskan akan terus memantau kondisi keamanan dan memberikan bantuan jika situasi memburuk.

Komitmen Indonesia untuk Sudan juga mencerminkan nilai politik bebas aktif yang terus dipegang. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa RI siap hadir bukan hanya dalam forum diplomatik, tetapi juga dalam misi berisiko tinggi demi menyelamatkan nyawa manusia.

Dengan konflik yang belum menunjukkan tanda akan mereda, kehadiran pasukan penjaga perdamaian diyakini dapat membantu menghentikan kekerasan. Indonesia memastikan setiap langkah akan dilakukan sesuai prosedur internasional dan mengutamakan keselamatan personel.

Di tengah meningkatnya ketegangan global, Indonesia berkomitmen untuk tetap konsisten sebagai juru damai. Pemerintah menegaskan bahwa perdamaian dunia merupakan kepentingan bersama seluruh umat manusia dan tidak boleh dikesampingkan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.