- Home
-
- Luar Negeri
-
- Filipina Ogah Impor Unggas...
Filipina Ogah Impor Unggas Belanda, Ada Apa?
Kamis, 06 Nov 2025, 22:21 WIBMANILA - Filipina memberlakukan larangan sementara mengimpor unggas liar dan ternak, termasuk produk unggas, dari Belanda karena wabah flu burung baru-baru ini, kata Departemen Pertanian (DA) Filipina.
Larangan tersebut mencakup impor daging unggas, anak ayam berusia satu hari, telur, dan bahkan sperma yang digunakan untuk inseminasi buatan, sebut departemen itu dalam siaran persnya.
Menteri Pertanian Filipina Francisco Tiu Laurel mengatakan otoritas veteriner Belanda telah melaporkan kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (World Organization for Animal Health/WOAH) pada 8 Oktober tentang wabah Influenza Burung Patogenik Tinggi (Highly Pathogenic Avian Influenza/HPAI) H5N1 di Aa en Hunze, Drenthe, pada 6 Oktober, yang telah menginfeksi burung domestik.
Bertindak berdasarkan rekomendasi dari Biro Industri Hewan, kepala Departemen Pertanian Filipina tersebut memerintahkan pembekuan impor guna melindungi populasi unggas negara itu dan mencegah masuknya virus HPAI.
Berdasarkan perintah memorandum tersebut, kiriman dari Belanda yang dalam proses transit, dimuat, atau diterima di pelabuhan sebelum perintah tersebut berlaku akan diizinkan masuk, asalkan produk-produk tersebut disembelih atau diproduksi pada atau sebelum 22 September.
Kecuali produk yang diolah dengan proses pemanasan, semua kiriman tercakup yang tiba setelah larangan tersebut berlaku akan disita oleh petugas karantina veteriner di pelabuhan masuk.
Pada Desember 2024, Filipina sempat menghentikan sementara impor burung dan produk unggas dari Belanda karena wabah flu burung. Larangan impor tersebut kemudian dicabut pada Mei 2025 lalu. Ant/Xinhua
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
PokePark Kanto, Taman Hiburan Pokemon Pertama Resmi Dibuka di Tokyo
-
Awal Tahun Jepang Disambut Wabah Flu Burung
-
KPK Sita 2 Rumah ASN Kemenag Senilai Rp6,5 Miliar terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Permainan Bertahan Lawan, PR Besar bagi Kluivert
-
Ratusan Pendaki Berhasil Diselamatkan Setelah Terjebak Badai Salju di Gunung Everest Tibet
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.