Trump Larang Ekspor Cip AI Tercanggih Nvidia ke Tiongkok dan Negara Lain

Rabu, 05 Nov 2025, 01:00 WIB

WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Senin (3/11), bahwa Cip paling canggih buatan raksasa kecerdasan buatan (AI) Nvidia akan dikhususkan bagi perusahaan-perusahaan AS dan tidak akan dijual ke Tiongkok maupun negara lain. Langkah ini menandai upaya terbaru Washington untuk mempertahankan keunggulan teknologi dalam persaingan global AI.

Dikutip dari The Straits Times, dalam wawancara program 60 Minutes di CBS, serta dalam pernyataannya kepada wartawan di pesawat Air Force One, Trump menegaskan bahwa hanya pelanggan di AS yang boleh memiliki Cip kelas atas Blackwellbuatan Nvidia — perusahaan dengan valuasi pasar terbesar di dunia.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: ROBERTO SCHMIDT/AFP

“Untuk Cip paling canggih, kami tidak akan membiarkan siapa pun memilikinya selain Amerika Serikat,” katanya kepada CBS, menegaskan kembali ucapannya kepada wartawan saat kembali ke Washington dari akhir pekan di Florida.

“Kami tidak memberikan Cip (Blackwell) itu kepada pihak lain,” ujar Trump dalam penerbangan tersebut.

Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa Trump mungkin akan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat terhadap ekspor Cip AI tercanggih asal AS dibandingkan kebijakan yang telah diindikasikan sebelumnya dengan Tiongkok dan bahkan negara lain berpotensi dilarang mengakses semikonduktor paling mutakhir tersebut.

Pada Juli lalu, pemerintahan Trump meluncurkan blueprint kecerdasan buatan baru yang bertujuan melonggarkan aturan lingkungan dan secara besar-besaran memperluas ekspor AI ke negara sekutu, demi mempertahankan keunggulan teknologi AS atas Tiongkok.

Pada Januari, Departemen Perdagangan AS merilis sebuah dokumen yang menyatakan bahwa AS memberlakukan pembatasan baru pada ekspor cip canggih dan model AI untuk melindungi keamanan nasional dan mencegah penggunaan teknologi itu oleh negara-negara yang tidak bersahabat.

Menurut departemen tersebut, pembatasan itu dimaksudkan untuk mencegah negara-negara musuh menggunakan teknologi AI untuk mengembangkan senjata, serangan siber, atau pengawasan massal

Kritik Keras

Sementara itu, pada 31 Oktober, Nvidia mengumumkan bahwa mereka akan memasok lebih dari 260.000 Cip AI Blackwell ke Korea Selatan dan sejumlah perusahaan besar di negara tersebut, termasuk Samsung Electronics.

Sejak Agustus, muncul berbagai pertanyaan mengenai apakah Presiden Donald Trump akan mengizinkan pengiriman versi terbatas dari Cip Blackwell ke Tiongkok, setelah ia sempat memberi isyarat bahwa penjualan semacam itu mungkin saja diperbolehkan.

Trump mengatakan kepada CBS bahwa ia tidak akan mengizinkan penjualan Cip Blackwell paling canggih kepada perusahaan Tiongkok, tetapi tidak sepenuhnya menutup kemungkinan bagi mereka untuk memperoleh versi Cip yang kemampuannya lebih rendah.

“Kami akan membiarkan mereka berurusan dengan Nvidia, tetapi bukan untuk yang paling canggih,” ujarnya dalam wawancara dengan 60 Minutes.

Kemungkinan penjualan Cip Blackwell ke perusahaan-perusahaan Tiongkok itu memicu kritik keras dari kelompok politik yang dikenal hawkish terhadap Tiongkok di Washington. Mereka khawatir teknologi tersebut dapat memperkuat kemampuan militer Tiongkok dan mempercepat perkembangan kecerdasan buatannya.

Anggota Kongres dari Partai Republik John Moolenaar, yang memimpin House Select Committee on China, mengatakan langkah seperti itu “sama saja dengan memberikan uranium tingkat senjata kepada Iran.”

Trump sebelumnya sempat mengisyaratkan bahwa ia mungkin akan membahas isu Cip tersebut dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping menjelang pertemuan puncak mereka di Korea Selatan pekan lalu. Namun, ia kemudian menyatakan bahwa topik itu tidak dibicarakan.

CEO Nvidia, Jensen Huang, mengatakan pekan lalu bahwa Nvidia tidak mengajukan izinekspor ke pasar Tiongkok karena sikap pemerintah Beijing terhadap perusahaan tersebut.

“Mereka telah menyatakan dengan sangat jelas bahwa mereka tidak menginginkan kehadiran Nvidia untuk saat ini,” ujarnya.

  • persaingan teknologi

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.