Prabowo: Pesawat A400M Perkuat Pertahanan Udara RI

Selasa, 04 Nov 2025, 01:00 WIB

Kehadiran pesawat angkut berat Airbus A400M dinilai mampu meningkatkan mobilitas dan daya jangkau TNI AU dalam operasi militer maupun kemanusiaan.

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kehadiran pesawat angkut berat Airbus A400M akan semakin memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia.

"Alhamdulillah sudah mulai berdatangan ya alutsista-alutsista yang penting, A400 saya kira akan menambah kemampuan kita," ujar Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (3/11).

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kiri), Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kedua dari kanan) dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono (kanan) saat upacara penyerahan Pesawat Airbus A400M di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/11). — Sumber: BPMI Setpres/Kris

Seperti dikutip dari Antara, Presiden kemudian memberikan arahan agar pesawat A400M dilengkapi dengan modul ambulans udara serta peralatan untuk menghadapi kebakaran hutan.

Menurut Presiden, TNI memiliki peran besar tidak hanya dalam menjaga pertahanan negara, tetapi juga dalam menghadapi bencana, kesulitan, dan permasalahan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Oleh karena itu, seluruh matra TNI kini terus dibangun agar lebih efektif, tidak hanya untuk menjaga wilayah, tetapi juga untuk mendukung pembangunan nasional.

"Semua TNI sekarang kita bangun untuk menjadi lebih efektif. Tidak hanya menjaga wilayah tapi juga mengamankan dan mendukung pembangunan nasional," ujar Presiden.

Kepala Negara menjelaskan bahwa wilayah Indonesia yang luas, terdiri atas ribuan pulau dan membentang sebesar benua Eropa, menjadikan kekuatan udara sangat penting untuk mendukung berbagai kepentingan strategis nasional.

Prabowo menambahkan Indonesia telah memiliki dua unit pesawat Airbus A400M yang aktif, dengan opsi pembelian empat unit tambahan yang tengah dalam proses negosiasi.

"Kita sudah aktif dua unit, kita sudah ada opsi empat unit. Kita mungkin negosiasi untuk kita tandatangan empat unit lagi. Sementara itu," ucapnya.

Pesawat A400M TNI AU memiliki panjang 45,1 meter, lebar 42,2 meter, dan tinggi 14,7 meter. Pesawat itu dapat mengangkut muatan hingga 37 ton, dan 116 personel. A400M TNI AU itu juga dilengkapi dengan empat mesin turboprop Europrop TP400-D6, dan dapat terbang dengan kecepatan maksimal 780 kilometer per jam dengan maksimal daya jelajah mencapai 8.900 kilometer.

Kemampuan Serbaguna

Secara terpisah, Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh mengatakan kehadiran Airbus A400M yang merupakan pesawat angkut terbesar TNI AU merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia sekaligus mendukung misi kemanusiaan di berbagai daerah.

“Pesawat A400M bukan hanya simbol modernisasi alutsista, tetapi juga bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat kedaulatan dan kemampuan mobilitas TNI,” kata legislator urusan pertahanan itu di Jakarta.

Dia menjelaskan kemampuan pesawat A400M yang dapat digunakan untuk pengangkutan logistik, pasukan, evakuasi medis, serta misi kemanusiaan relevan dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas dan rawan bencana alam.

“Dengan daya jelajah yang tinggi dan kapasitas angkut besar, pesawat ini akan sangat membantu TNI dalam operasi kemanusiaan maupun penanganan bencana di wilayah terpencil,” ucap Oleh Soleh.

Sementara itu, Presiden Airbus wilayah Asia-Pasifik Anand Stanley mengatakan pesawat angkut A400M yang baru datang Lanud Halim Perdanakusuma merupakan pesawat angkut yang memiliki kemampuan serbaguna.

Selain untuk mengangkut muatan dalam jumlah besar, pesawat ini juga dapat digunakan untuk mengisi bahan bakar untuk pesawat tempur di udara hingga operasi evakuasi massal.

"Pesawat ini bisa melakukan misi 2.400 nautical miles. Ini adalah pesawat multi-misi, multi-role yang dapat melakukan refueling aerial, multi-misi termasuk medevac (medical evacuation)," kata dia Anand.

Menurut Anand, keberadaan pesawat ini sangat tepat dengan kebutuhan TNI AU yakni mengantar logistik untuk kebutuhan prajurit di wilayah Indonesia yang bersifat kepulauan.

Pesawat ini juga dapat membantu pesawat tempur TNI AU mengisi bahan bakar di tengah misi patroli udara.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.