Hizbullah Sebut AS Ingin Kuasai Timur Tengah

Selasa, 24 Feb 2026, 22:28 WIB

BEIRUT - Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menuduh Amerika Serikat (AS) mengendalikan Timur Tengah melalui apa yang dia sebut sebagai "strategi Amerika yang lebih luas" (broader American strategy), demikian intisari sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Al-Ahed News, Senin (23/2).

Dalam wawancara tersebut, Qassem mengatakan Washington menggunakan Israel sebagai alat untuk membentuk lanskap politik di kawasan, mengutip pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, pengakuan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel, dan perang di Gaza sebagai buktinya.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Dia juga menuduh Washington mengawasi pengiriman senjata, koordinasi militer, serta tekanan politik terhadap negara Lebanon, termasuk seruan untuk melucuti senjata Hizbullah.

Qassem menyebutkan kebijakan dominasi menggunakan kekuatan yang dilakukan oleh AS berkaitan dengan apa yang dia sebut sebagai konvergensi antara hegemoni Amerika dan proyek "Israel Raya".

Sementara itu Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Senin menekankan kekuatan aliansi AS-Israel, seraya menambahkan bahwa militer Israel mampu bertempur di berbagai front sekaligus, meskipun telah menghadapi konflik selama lebih dari dua tahun di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan Yaman, serta "perang 12 hari" melawan Iran pada musim panas lalu.

Hizbullah dan Israel terlibat dalam pertempuran lintas perbatasan menyusul pecahnya konflik Gaza pada Oktober 2023.

Perjanjian gencatan senjata antara kedua belah pihak telah berlaku sejak 27 November 2024. Meskipun perjanjian tersebut berlaku, Israel masih sesekali melancarkan serangan di Lebanon, dengan mengeklaim tindakan tersebut bertujuan untuk melenyapkan "ancaman" Hizbullah. Ant/Xinhua

  • Hizbullah
  • lebanon

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.