Pemprov DKI Gandeng Ulama dan Polri Jaga Jakarta dari Ancaman Konflik Sosial

Senin, 03 Nov 2025, 14:05 WIB

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dengan ulama, tokoh agama, dan aparat keamanan dalam menjaga kedamaian serta ketertaman Ibu Kota. Komitmen ini disampaikan langsung Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam acara “Dialog Silaturahmi Ulama, Pemerintah Daerah, dan Polri” yang digelar di Jakarta, Senin (3/11).

Acara tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi lintas elemen dalam menjaga persatuan warga Jakarta yang multikultural. Pemprov menegaskan bahwa kolaborasi dan perhatian seluruh pihak diperlukan untuk menciptakan ketahanan sosial yang berkelanjutan.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

“Ulama memiliki peran penting dalam mewujudkan program Jaga Jakarta. Tentu, ulama di sini bukan hanya ulama muslim saja, karena tokoh masyarakat dan tokoh agama dari berbagai keyakinan juga merupakan bagian dari ulama di agamanya masing-masing,” ujar Wagub Rano.

Menurutnya, kehadiran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memiliki peran sentral dalam menjembatani perbedaan. Ia menegaskan bahwa keberagaman adalah sumber kekuatan yang harus dirawat bersama di Jakarta.

Wagub Rano menyampaikan apresiasi kepada MUI Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya atas inisiatif menggelar dialog strategis tersebut. Ia menilai kegiatan ini mampu menyatukan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh pihak menjaga kedamaian.

“Jakarta adalah kota dengan keberagaman yang luar biasa, tempat berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan, serta saling melengkapi. Keberagaman ini adalah kekuatan besar sekaligus amanah bagi kita semua untuk menjaga keamanan dan ketenteraman bersama,” ucap Wagub Rano.

Transformasi Jakarta menjadi kota global juga diakui menghadirkan tantangan baru. Potensi intoleransi, penyebaran hoaks, provokasi berbasis identitas, dan konflik sosial menjadi ancaman yang tidak boleh diabaikan.

Ia menyinggung peristiwa demonstrasi yang terjadi pada Agustus lalu sebagai pengingat pentingnya memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Pemerintah menegaskan tidak ingin kejadian tersebut terulang di masa depan.

“Peran ulama sebagai warasatul anbiya sangatlah penting. Nasihat dan keteladanan para ulama mampu meredam provokasi, menenangkan suasana, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kebangsaan,” tegasnya.

Ia memastikan Pemprov DKI berkomitmen memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam program Jaga Jakarta. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Selain itu, Wagub Rano menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam menjaga stabilitas sosial di Jakarta. Pemerintah ingin setiap unsur masyarakat terlibat aktif dalam upaya merawat kerukunan.

Menurutnya, rasa saling menghormati menjadi modal utama dalam memperkuat kepercayaan antarkelompok. Dengan demikian, masyarakat dapat terus hidup harmonis di tengah perbedaan yang ada.

Pemprov juga berterima kasih kepada seluruh ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang telah memainkan peran penting dalam menjaga kerukunan beragama. Pemerintah berharap dukungan tersebut terus menguat untuk masa mendatang.

Upaya kolaboratif ini merupakan strategi berkelanjutan Pemprov dalam menghadapi dinamika sosial Jakarta. Pemerintah menargetkan terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan kondusif untuk semua warga.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi besar Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing. Nilai kebhinekaan tetap menjadi dasar pembangunan kota yang terus berubah ini.

Dengan dukungan semua elemen, Pemprov DKI optimistis Jakarta dapat menjadi contoh kota yang maju sekaligus harmonis dalam keberagaman. Langkah bersama ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.