- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran Bertekad Bangun Kemba...
Iran Bertekad Bangun Kembali Situs Nuklir yang Lebih Kuat
Senin, 03 Nov 2025, 02:40 WIBTEHERAN - Iran pada Minggu (2/11) mengatakan bahwa mereka akan membangun kembali situs nuklir yang rusak akibat serangan Israel dan Amerika Serikat (AS), lebih kuat dari sebelumnya, sementara mediator Oman mendesak Teheran dan Washington DC untuk menghidupkan kembali diplomasi yang terhenti.
Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengatakan serangan itu telah menghancurkan program nuklir Iran, tetapi seberapa besar kerusakan sebenarnya masih belum diketahui.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam kunjungannya ke organisasi nuklir negara itu, mengatakan Teheran akan membangun (lokasi yang hancur) lebih kuat dari sebelumnya.
"Dengan menghancurkan bangunan-bangunan..., kita tidak akan mundur," ujar dia dalam sebuah video yang diunggah di situs web resminya, seraya menambahkan bahwa para ilmuwan Iran masih memiliki pengetahuan nuklir yang diperlukan.
Pezeshkian tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait pernyataannya itu. Dalam pernyataan serupa pada Februari sebelum serangan, ia mengatakan Teheran akan membangun kembali situs-situsnya jika diserang.
Israel melancarkan kampanye pengeboman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran pada Juni lalu, memicu perang selama 12 hari yang menargetkan fasilitas nuklir dan militer serta wilayah pemukiman hingga menewaskan banyak ilmuwan terkemuka.
Iran membalas dengan serangan misil balistik yang ditujukan ke kota-kota Israel.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan pada Juli lalu, setelah AS mengumumkan penghentian pertempuran, bahwa kerusakan di Iran serius dan parah.
Desakan Perundingan
Komentar Pezeshkian muncul saat Oman, perantara tradisional Iran, mendesak kedua negara pada Sabtu (1/11) untuk melanjutkan perundingan.
"Kami ingin kembali ke negosiasi antara Iran (dan) Amerika Serikat," kata Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, pada konferensi Dialog IISS Manama di Bahrain.
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan pada Minggu bahwa Teheran telah menerima pesan tentang dimulainya kembali diplomasi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Oman menjadi tuan rumah lima putaran perundingan AS-Iran tahun ini. Hanya tiga hari sebelum putaran keenam, Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
Iran sejak itu menghadapi kembalinya sanksi PBB setelah Inggris, Jerman, dan Prancis yang memicu mekanisme snapback atas dugaan ketidakpatuhan Teheran terhadap kesepakatan nuklir 2015. AFP/I-1
- iran
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Klasemen Liga Italia: Juventus Dekati Empat Besar, Napoli Masih Kokoh di Puncak
-
Ratusan Honorer di Gowa Tak Penuhi Syarat Pengangkatan P3K Paruh Waktu
-
Wakil Direktur Badan Intelijen Militer Russia Kritis setelah Ditembak di Tangga Apartemennya di Moskow
-
Mengenal Sistem Peluru Kendali S-500 Prometey aka Samoderzhets
-
Iran Menentang AS dan Lanjutkan Perkaya Uranium
-
Fogging untuk Mencegah DBD di Pulau Harapan
-
Mendiktisaintek Siap Kerahkan Kampus Tangani Sampah di Kota Bandung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.