Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakil Rektor IV UNAND: Riset Terapan Kunci Pengembangan Industri Perkebunan

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 17:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wakil Rektor IV UNAND: Riset Terapan Kunci Pengembangan Industri Perkebunan Doc: Antara Foto
Ket. Gedung Rektorat Universitas Andalas, Sumatera Barat.

Universitas Andalas (UNAND) bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV dan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat kolaborasi riset serta pengembangan hilirisasi produk perkebunan.

"UNAND berkomitmen mendukung pengembangan inovasi di bidang perkebunan melalui riset terapan yang menjawab tantangan efisiensi dan keberlanjutan industri," kata Wakil Rektor IV UNAND Prof Henmaidi di Kota Padang, Jumat. 

Dalam pertemuan tersebut pihak terkait membahas peluang kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan sektor dunia industri, khususnya dalam bidang penelitian terapan, pengolahan hasil perkebunan dan pengembangan teknologi setelah panen.

Kerja sama hilirisasi perkebunan ini dilatarbelakangi berbagai inisiatif hilirisasi yang telah dilakukan UNAND. PTPN IV bersama Dinas Perkebunan Sumbar melihat peran dan dukungan perguruan tinggi sangat vital terutama dalam hal riset yang relevan dengan kebutuhan industri perkebunan saat ini.

Dalam kesempatan itu, para tamu mendapatkan penjelasan mengenai proses pengembangan produk inovatif. Mulai dari tahap formulasi, uji mutu hingga strategi hilirisasi yang diarahkan pada peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan.

Senada dengan itu, Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset UNAND Muhammad Makky menyampaikan bahwa kerja sama dengan PTPN IV dan Dinas Perkebunan Sumbar diharapkan melahirkan proyek kolaboratif yang konkret.

"Integrasi antara hasil riset universitas dan kebutuhan industri akan mempercepat terciptanya produk-produk inovatif yang memiliki nilai komersial tinggi dan manfaat luas bagi masyarakat," ujar dia.

Tambahan informasi, pada 2024 perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa tersebut berhasil menciptakan sejumlah inovasi dan hilirisasi produk pertanian salah satunya tinta Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dari tanaman gambir.

Hasil inovasi kampus itu berhasil menciptakan satu juta botol tinta pemilu yang tersebar di 35 provinsi. Tidak hanya itu, tinta berbahan dasar gambir ini juga digunakan pada saat pemungutan suara ulang Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah pemilihan Provinsi Sumbar sebanyak 36.000 botol.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.